0%
logo header
Kamis, 03 Februari 2022 23:38

Sebelas Warga Dicurigai Terpapar Omicron, Dinkes Makassar Kirim Sampel ke Litbangkes

Varian Omicron Covid-19 terdeteksi di Indonesia
Varian Omicron Covid-19 terdeteksi di Indonesia

Dinas Kesehatan Makassar mencurigai ada sebelas warga yang diduga terpapar Covid-19 varian baru omicron. Untuk memastikan kecurigaan tersebut, Dinkes Makassar telah mengirim sampel sebelas warga tersebut ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar mencurigai ada sebelas warga yang diduga terpapar Covid-19 varian baru omicron.

Untuk memastikan kecurigaan tersebut, Dinkes Makassar telah mengirim sampel sebelas warga tersebut ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

“Sebelas sampel sudah dikirim. Apakah ada atau tidak (omicron), kita tunggu hasil pemeriksaan Litbangkes,” kata Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin, Kamis (3/2).

Baca Juga : PJ Sekda Tekankan Perkuat Layanan Dottoro’ta di Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan

Dia mengaku sedikit kesulitan mengidentifikasi warga yang terpapar varian baru omicron. Pasalnya, ciri-ciri orang yang terpapar omicron hampir sama dengan penyakit flu pada umumnya.

Karena itu, dr Ida sapaannya mengimbau kepada seluruh warga yang memiliki gejala flu agar segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Kata dia, saat ini ada empat rumah sakit dan laboratorium di Sulawesi Selatan yang bisa mendeteksi Covid-19.

Baca Juga : Danny Pomanto Tinjau Fasilitas RS JEC Orbita Makassar

Yakni, RSUD Daya, RSUP Wahidin Sudirohusodo, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, dan Laboratorium Soppeng.

“Itu bisa mendeteksi kecurigaan, dan kami masih menunggu hasil dari Litbangkes,” papar dia.

Diketahui angka kasus positif Covid-19 di Kota Makassar mengalami peningkatan di awal Februari 2022. Jumlah kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 30 kasus.

Baca Juga : Budi Hastuti Harap Masyarakat Dapat Layanan Kesehatan yang Baik

Angka itu meningkat drastis selama sepekan terakhir. Di mana pada 31 Januari lalu, ada 13 kasus terkonfirmasi positif.