MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar menertibkan puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Kamis (23/4).

Sebanyak lebih dari 60 lapak yang telah berdiri sekitar 30 tahun di sekitar SMK Negeri 4 Makassar dibongkar.
Penertiban berlangsung tertib tanpa gejolak, karena sebagian besar pedagang melakukan pembongkaran secara mandiri sebelum tim gabungan turun ke lokasi.
Baca Juga : 40 PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Lapak Secara Mandiri, Tanpa Konflik
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemkot Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan penertiban dilakukan melalui tahapan panjang, mulai dari sosialisasi hingga teguran tertulis.
“Proses ini sudah melalui tahapan panjang, mulai dari edukasi, sosialisasi secara humanis, hingga pemberian teguran lisan dan tertulis sebanyak tiga kali,” ujarnya.
“Bahkan, pendekatan intensif sudah dilakukan pemerintah Kecamatan dan Kelurahan selama kurang lebih beberapa bulan terakhir,” sambung kepada Dinas DPPKB Makassar tersebut.
Baca Juga : Lagi, Delapan Lapak Pedagang di Kecamatan Tallo Ditertibkan
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan penertiban. Hal itu terlihat dari sikap kooperatif para pedagang yang membongkar lapaknya secara sukarela.
Penertiban tersebut melibatkan tim gabungan dari Satpol PP Kota Makassar, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta Kesbangpol, dengan dukungan enam kecamatan.
Sebanyak 30 truk dikerahkan untuk mengangkut sisa material pembongkaran pada hari yang sama.
Baca Juga : Penataan Kota Berlanjut, 27 Lapak PKL di Tiga Kelurahan Kecamatan Tallo Ditertibkan
Selain itu, saluran drainase yang sebelumnya tertutup juga langsung dibersihkan agar kembali berfungsi optimal.
Irwan menjelaskan, kawasan tersebut menjadi prioritas karena berada di lokasi strategis dan berdekatan dengan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Penataan kawasan ini juga menjadi perhatian Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman,” katanya.
Baca Juga : Kembalikan Fungsi Fasum-Fasos, 23 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan
Camat Bontoala, Pataullah, menambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini lebih difokuskan pada pembersihan sisa bongkaran.
“Hari ini bukan lagi penertiban, melainkan proses lanjutan untuk merapikan sisa pembongkaran yang sebagian besar sudah dilakukan mandiri oleh pedagang,” ujarnya.
Ia menilai, pembongkaran mandiri tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mendukung penataan kota.
Baca Juga : Kembalikan Fungsi Fasum-Fasos, 23 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan
Selain penertiban lapak, tim juga menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di lokasi yang selanjutnya dibina oleh Dinas Sosial.
Ke depan, Pemkot Makassar memastikan penertiban serupa akan dilakukan di sejumlah titik lain sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang tertib, bersih, dan nyaman.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiapkan skema pemberdayaan bagi PKL terdampak melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga : Kembalikan Fungsi Fasum-Fasos, 23 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan
“Pedagang yang bersedia berpindah ke lokasi yang diperbolehkan akan difasilitasi akses permodalan melalui perbankan,” ujarnya.

