0%
logo header
banner dprd makassar
Selasa, 04 Oktober 2022 00:16

Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

Pemerintah pusat resmi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang. Tim ini dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

JAKARTA, KATABERITA.CO – Pemerintah pusat resmi membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang, Senin (3/10).

Tim yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ini akan bekerja selama 14 hari atau paling lambat satu bulan sejak dibentuk.

Turut mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpor) Zainuddin Amali sebagai Wakil Ketua dan Mantan Jampidum/Mantan Deputi III Kemenko Polhukam Nur Rochmad sebagai Sekretaris.

Sedangkan sepuluh anggota tim yakni Akademisi Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Rektor UNY Sumaryanto, Pengamat Olahraga/Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali.

Jurnalis Olahraga-Harian Kompas Anton Sanjoyo, Mantan pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA Nugroho Setiawan, Mantan Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Wakil Ketum I KONI Mayjen TNI (Purn) Suwarno.

Mantan Wakapolda Kalimantan Barat Irjen Pol (Purn) Sri Handayani, Kemitraan/eks pimpinan KPK Laode M Syarif, dan Mantan pemain tim nasional sepak bola Kurniawan Dwi Yulianto.

Mahfud MD menyampaikan output hasil investigasi yang dilakukan TGIPF di lapangan nantinya akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo sebagai bahan penilaian arah kebijakan keolahragaan nasional khususnya sepak bola secar menyeluruh.

“Itu pertama, dan yang kedua mungkin saja di TGIPF ini ditemukan pelaku-pelaku tindak pidana selain yang telah ditangani oleh Polri secara pro justitia,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupatan Malang, setelah pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10).

Akibatnya, 125 orang meninggal dunia. Selain itu, ada 302 orang mengalami luka ringan dan 21 luka berat.