0%
logo header
banner dprd makassar
Kamis, 02 September 2021 08:15

Pembangunan Tanggul di Bantaran Sungai Masamba Kampung Lombok Disetop

pembangunan tanggul urugan batu di bantaran Sungai Masamba || ist
pembangunan tanggul urugan batu di bantaran Sungai Masamba || ist

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) menyetop pembangunan tanggul tanah dan urugan batu di bantaran Sungai Masamba Kampung Lombok dan mengalihkan ke Desa Laba. Pembangunan tanggul ini sebagai upaya pemerintah mengendalikan banjir di Kabupaten Luwu Utara.

LUWU UTARA, KATABERITA.CO – Pembangunan tanggul di bantaran Sungai Masamba Kampung Lombok, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara disetop.

Hal ini dikarenakan warga yang tinggal di bantaran sungai menolak pembangunan tanggul di bawah hilir jembatan Sungai Masamba dengan dalih harus ada ganti rugi lahan.

Namun, Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Andi Sulfikar mengaku belum bisa memenuhi permintaan warga.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Warning Pemkab Lutra Tuntaskan Pembangunan Jembatan Lawewe

Sebab, kata dia, di dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tidak ada pembebasan lahan dalam pengendalian banjir di Sungai Masamba.

“Warga sekitar memang masih berharap ada ganti rugi lahan. Tapi dalam kegiatan pengendalian banjir di Sungai Masamba tidak tertuang untuk pembebasan lahan di DIPA,” kata Andi Sulfikar, Kamis (2/9).

Rencananya, pemerintah akan membangun tanggul tanah dan urugan batu di bantaran Sungai Masamba.

Baca Juga : Bupati Luwu Utara Tegaskan Tidak Ada Pesta Malam Tahun Baru

Fungsinya untuk mencegah banjir agar tidak meluap ke pemukiman warga. Dia tidak bisa menunggu, sebab kompleksitas pembangunan tanggul butuh waktu yang lama.

Sehingga pihaknya akan mengalihkan pengerjaan tanggul ke Desa Laba. Di sana akan dipasang tanggul tanah dan urugan batu sepanjang 1.200 meter untuk kanan hulu.

“Harusnya setelah pengerjaan di hulu Sungai Masamba ini kita ke Kampung Lombok, tapi karena ada penolakan kita alihkan ke Desa Laba yang lebih membutuhkan. Apalagi kita punya batas waktu pengerjaan sampai Desember 2021,” tegas dia.

Baca Juga : Ini Tiga Lokasi Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Luwu Utara

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Utara, Sri Rahayu menjelaskan kondisi Kampung Lombok saat ini mendesak untuk segera dibangunkan tanggul.

“Masih ada permintaan warga yang ingin lahannya diberi kompensasi. Sementara, pemerintah untuk memberi kompensasi itu tidak berdasar karena ini pasca banjir dan bukan proyek yang sengaja ingin dibangun,” papar dia.