MAKASSAR, KATABERITA.CO – Penurunan dan pencegahan stunting di Kota Makassar dilakukan secara terintegrasi. Beberapa inovasi dilakukan untuk menurunkan dan mencegah terjadinya stunting pada anak di Makassar.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memapaparkan inovasi pemerintah kota terkait hasil aksi Koordinasi, Intervensi dan Integrasi (konvergensi) stunting.
Inovasi ini juga diharapkan mempercepat perbaikan gizi warga. Dalam pemaparannya ia menyampaikan komitmen pemerintah dalam aksi kinerja konvergensi yang dilakukan Pemkot Makassar.
Baca Juga : FPTI Makassar Gelar Buka Puasa: Dorong Soliditas Pengurus untuk Tingkatkan Prestasi Atlet
Apalagi stunting telah menjadi prioritas pemerintah. Masyarakat pun terlibat, sehingga tidak hanya menjadi tugas pemerintah.
Danny juga berharap dengan adanya inovasi program lorong pengendali stunting (lopis) serta inovasi lorong sehat (ongset) yang telah berjalan.
“Diharapkan mampu memperbaiki strata kesehatan hidup masyarakat dan meningkatkan ekonomi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan gizi mereka,” tutur Danny.
Baca Juga : Respons Cepat Dinsos Makassar Penjangkauan ODGJ Penyiraman Air Panas ke Warga
Menurutnya, hal terebut sesuai dengan rumusan dan penjabaran visi misi RPJMD Makassar 2021-2026 dengan delapan program strategis Makassar.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar, Andi Bukti Djufrie mendorong OPD lingkup Pemkot Makassar untuk terus berinovasi.
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Makassar seharusnya mampu menjadi acuan bagi daerah lain di Sulawesi Selatan sebagai pemerintahan yang kaya akan inovasi.
Baca Juga : Kejurnas Kelompok Umur 2025, Atlet FPTI Makassar Sumbang Medali untuk Sulsel
Apalagi baru-baru ini, Kota Makassar mampu meraih dua penghargaan sekaligus dalam Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

