MAKASSAR, KATABERITA.CO – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Pola Sipakatau, Gedung Balai Kota Makassar, Rabu (16/6).

Hadir seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Kepala Balitbangda Makassar Nirman Mungkasa.
“Tadi pembahasannya mengenai salah satunya soal APBD Pokok 2025,” cetus Nirman Mungkasa, ditemui usai pelaksanaan Rakor OPD, Rabu (16/6).
Baca Juga : Kota Makassar–Palu Jajaki City to City Cooperation, Munafri: Sinergi Jadi Kunci
Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pemimpin langsung Rapat Koordinasi Lingkup OPD di Kantor Balaikota, Danny Pomanto–sapaan akrab Ramdhan Pomanto menekankan OPD untuk mempersiapkan Anggaran Pokok APBD 2025 untuk lebih cepat dibahas dan mengenai rasionalisasi anggaran perubahan.
APBD Pokok itu, ujar Danny, untuk lebih cepat dibahas agar lebih cepat juga dimasukkan.
“Biasanya kita masukkan itu tidak sekarang. Tetapi sekarang alhamdulillah setelah rapat-rapat kita sudah mendapatkan keseimbangannya, tinggal penginputan,” kata Danny Pomanto.
Baca Juga : Gerak Cepat Dishub Makassar dan BKPSDM, Taspen Salurkan Santunan untuk Ahli Waris Petugas PJU
Dia juga mengungkapkan, malam ini merupakan malam terakhir penginputan semua agar review inspektorat terhadap semua postur anggaran itu bisa dilaksanakan.
Mengenai anggaran perubahan, ia menyebutkan, ada SILPA yang berkurang yang mana kondisi itu positif.
Apalagi sebelumnya SILPA mencapai Rp800 miliar sementara saat ini hanya Rp200 miliar. Itu berarti ada perubahan anggaran Pemkot Makassar yang cukup bagus. Tetapi dalam postur anggaran harus berubah karena ada selisih Rp400 miliar.
Baca Juga : SIMKS hingga Ukom BKN, BKPSDM Makassar: Bangun Kepemimpinan Kepsek Berintegritas
Olehnya, jelas Danny, pihaknya akan melakukan rasionalisasi terhadap anggaran-anggaran yang ditekankan. Termasuk tidak mengorek anggaran belanja modal tetapi barang dan jasa.
“Dalam waktu minggu ini juga harus selesai penghematan itu,” tekannya.
Rasionalisasi itu, ia memisalkan, seperti Damkar Lorong yang tidak maksimal. “Itu kita hold dulu, tapi kita beli fasilitas pemadam kebakaran yang sepuluh itu,” ujarnya.
Baca Juga : Perumda Parkir Makassar Catat Laba dan Dividen Tertinggi
Pula dirinya mengarahkan kepada masing-masing OPD perihal pentingnya harus membeli motor listrik sampah dengan kontainer yang menghidrolik; Harus membeli solar panel, mendukung pembangunan stadion, melanjutkan pembangunan circuit juga Ducting Sharing.
“Saya terangkan supaya semua paham betul. Bahwa yang kita buat ini untuk kota, untuk penghematan, untuk maksimalkan pendapatan,” ungkapnya.
Di dalamnya, dia menjelaskan perihal agenda Lomba Kelurahan dan supporting terhadap F8. (*)

