
MAKASSAR, KATABERITA.CO – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kecamatan Mariso membongkar lapak mereka secara mandiri setelah bertahun-tahun berjualan di atas fasilitas umum seperti trotoar, drainase, dan badan jalan.
Di Jalan Mappayukki, sebanyak tujuh lapak dibongkar secara sukarela.
Baca Juga : Lagi, Delapan Lapak Pedagang di Kecamatan Tallo Ditertibkan
Sementara itu, di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali, masing-masing delapan lapak turut dibongkar oleh pemiliknya.
Pembongkaran ini mengubah kawasan yang sebelumnya padat aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib dan fungsional.
Camat Mariso, Andi Syahrir, mengatakan keberhasilan penataan tersebut tidak lepas dari kesadaran para pedagang setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh pemerintah setempat.
Baca Juga : Penataan Kota Berlanjut, 27 Lapak PKL di Tiga Kelurahan Kecamatan Tallo Ditertibkan
“Jadi, pedagang yang bongkar mandiri lapaknya, di Jalan Mappanyuki ada 7 lapak, Jalan Garuda ada delapan lapak. Dan pembongkaran mandiri juga di jalan Rajawali ada delapan lapak,” jelasnya, Rabu (8/4)
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak mengedepankan penindakan, melainkan komunikasi yang intensif dan humanis.
“Metode ini efektif, sehingga para PKL dapat menerima penataan kawasan dengan baik,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Benahi Losari, Kebersihan dan Ketertiban Jadi Prioritas
Ia menambahkan, pembongkaran mandiri tersebut merupakan hasil dari tahapan yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penyampaian surat peringatan hingga pendekatan langsung kepada pedagang.
“Kami sudah melayangkan SP3, kemudian melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar dan drainase,” ungkapnya.
Penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat digunakan sebagaimana mestinya, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.
Baca Juga : Pastikan Tak Ada Tebang Pilih, Pemkot Tertibkan PKL di Sekitar SMK 4 Makassar
“Selain itu, upaya ini juga untuk menciptakan kenyamanan, meningkatkan keamanan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut,” terangnya.
Pemerintah Kecamatan Mariso memastikan penataan kawasan akan terus berlanjut di sejumlah wilayah lain, seperti Kelurahan Kunjung Mai, Mariso, Panambungan, dan Lette.
Pendekatan persuasif dan humanis tetap akan dikedepankan guna menjaga proses penertiban berjalan kondusif tanpa konflik.
Baca Juga : Pastikan Tak Ada Tebang Pilih, Pemkot Tertibkan PKL di Sekitar SMK 4 Makassar
“Penertiban ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, nyaman,” tuturnya.
“Dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, tanpa mengabaikan aspek sosial dan keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” sambung Syahrir.

