MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kebijakan efisiensi yang diterapkan Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, sejak awal menjabat mampu menekan kerugian perusahaan secara signifikan.

Plt Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad mengungkapkan sejak pertama menjabat pada April lalu, kondisi perusahaan mengalami kerugian Rp5,2 miliar.
Untuk menekan kerugian, Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan, Nanang Sutarjo, melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Baca Juga : Andi Syahrum Paparkan Strategi Atasi Krisis Air, Pasokan ke Wilayah Utara Mulai Membaik
Salah satu langkah yang ditempuh adalah efisiensi biaya operasional dengan penyederhanaan struktur organisasi yang dinilai terlalu gemuk.
“Jadi struktur organisasi yang cukup gemuk kita coba rampingkan, dari perampingan itu biaya operasional kurang lebih Rp500 juta itu bisa kita tutupi perbulan,” kata Hamzah Ahmad, Rabu (20/8).
Hamzah Ahmad juga memangkas pos anggaran yang dinilai tumpang tindih. Misalnya, anggaran terkait tugas pokok dan fungsi yang sebenarnya sudah tercover lewat gaji pokok, namun masih dialokasikan kembali dalam bentuk dana tambahan atau tunjangan.
Baca Juga : PDAM Makassar Pastikan Tagihan Pelanggan di Bara-Baraya Utara Mengacu pada Hasil Baca Meter
“Itu kami anggap sebagai dobel pembayaran. Nilainya juga ratusan juta karena melibatkan seluruh karyawan PDAM,” jelasnya.
Termasuk juga memangkas biaya perjalanan dinas, dan mengevaluasi penggunaan konsultan yang awalnya 24 orang dipangkas menjadi tiga orang.
Kebijakan serupa juga diterapkan pada komite audit dan dewan pengawas. Yang mana dewan pengawas awalnya berjumlah lima orang kini hanya sisa satu orang.
Baca Juga : PDAM Makassar Tegaskan Layanan Air Masih Aman, Prediksi 30 Hari Disebut Skenario Kemarau Ekstrem
“Salah satu langkah paling krusial waktu itu adalah tidak melanjutkan kontrak kerja sama pegawai yang habis masa kerjanya, nilainya sekitar Rp500 juta,” bebernya.
Ia menyebutkan jika biaya yang tidak berkaitan langsung dengan operasional pelayanan kepada masyarakat ikut dihapuskan. Operasional kegiatan bagian dan wilayah dikurangi 15%, jika tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan.
“Semua efisiensi inilah yang dilakukan bersama jajaran manajemen sehingga mampu memperbaiki kondisi keuangan, dari rugi operasional Rp5,2 miliar turun menjadi Rp600 jutaan,” ungkap Hamzah Ahmad.
Baca Juga : Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Direksi PDAM, Tingkatkan Pasokan Air di Utara Kota
Ia pun menegaskan setelah langkah efisiensi dijalankan maka fokus selanjutnya menggali potensi pendapatan perusahaan, mengingat PDAM masih mencatat kerugian sekitar Rp600 juta.

