0%
logo header
Rabu, 20 Agustus 2025 13:18

Kebijakan Efisiensi Tekan Kerugian PDAM Makassar dari Rp5,2 Miliar Jadi Rp600 Juta

Plt Dirut PDAM Makassar Hamzah Ahmad
Plt Dirut PDAM Makassar Hamzah Ahmad

Kebijakan efisiensi yang diterapkan Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, sejak awal menjabat mampu menekan kerugian perusahaan secara signifikan.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kebijakan efisiensi yang diterapkan Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, sejak awal menjabat mampu menekan kerugian perusahaan secara signifikan.

banner pdam

Plt Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad mengungkapkan sejak pertama menjabat pada April lalu, kondisi perusahaan mengalami kerugian Rp5,2 miliar.

Untuk menekan kerugian, Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan, Nanang Sutarjo, melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga : Fokus Layanan Publik, PDAM Makassar Komitmen Penuhi Kebutuhan Air RS Mata

Salah satu langkah yang ditempuh adalah efisiensi biaya operasional dengan penyederhanaan struktur organisasi yang dinilai terlalu gemuk.

“Jadi struktur organisasi yang cukup gemuk kita coba rampingkan, dari perampingan itu biaya operasional kurang lebih Rp500 juta itu bisa kita tutupi perbulan,” kata Hamzah Ahmad, Rabu (20/8).

Hamzah Ahmad juga memangkas pos anggaran yang dinilai tumpang tindih. Misalnya, anggaran terkait tugas pokok dan fungsi yang sebenarnya sudah tercover lewat gaji pokok, namun masih dialokasikan kembali dalam bentuk dana tambahan atau tunjangan.

Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih

“Itu kami anggap sebagai dobel pembayaran. Nilainya juga ratusan juta karena melibatkan seluruh karyawan PDAM,” jelasnya.

Termasuk juga memangkas biaya perjalanan dinas, dan mengevaluasi penggunaan konsultan yang awalnya 24 orang dipangkas menjadi tiga orang.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada komite audit dan dewan pengawas. Yang mana dewan pengawas awalnya berjumlah lima orang kini hanya sisa satu orang.

Baca Juga : Siaga El Nino, PDAM Makassar Percepat Sumber Alternatif hingga Distribusi Darurat

“Salah satu langkah paling krusial waktu itu adalah tidak melanjutkan kontrak kerja sama pegawai yang habis masa kerjanya, nilainya sekitar Rp500 juta,” bebernya.

Ia menyebutkan jika biaya yang tidak berkaitan langsung dengan operasional pelayanan kepada masyarakat ikut dihapuskan. Operasional kegiatan bagian dan wilayah dikurangi 15%, jika tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan.

“Semua efisiensi inilah yang dilakukan bersama jajaran manajemen sehingga mampu memperbaiki kondisi keuangan, dari rugi operasional Rp5,2 miliar turun menjadi Rp600 jutaan,” ungkap Hamzah Ahmad.

Baca Juga : Perbaikan Pipa Selesai, PDAM Makassar Mulai Pulihkan Distribusi Air

Ia pun menegaskan setelah langkah efisiensi dijalankan maka fokus selanjutnya menggali potensi pendapatan perusahaan, mengingat PDAM masih mencatat kerugian sekitar Rp600 juta.