MAKASSAR, KATABERITA.CO – BPBD Makassar kini menurunkan tim untuk melakukan proses recovery pasca insiden kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Jalan Adhyaksa Lorong 12, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kamis (20/11) pagi.

Sebanyak delapan rumah semi-permanen hangus terbakar dan 39 warga terdampak akibat insiden ini.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WITA itu diduga dipicu korsleting listrik.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
Api pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah yang melihat kobaran muncul dari bagian atap, lalu segera memberi tahu orang tuanya.
Dalam hitungan menit, api cepat merembet ke rumah lain yang berada berdekatan.
Laporan awal BPBD Makassar mencatat, delapan rumah mengalami kerusakan berat.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Tak ada korban luka maupun korban jiwa, namun 9 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal.
Dari total 39 jiwa terdampak, sebagian besar merupakan perempuan dewasa dan anak-anak.
Untuk upaya penanganan awal, Damkar Kota Makassar mengerahkan delapan unit armada dan 22 personel guna memadamkan api.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
Proses pemadaman berlangsung hingga api benar-benar dapat dikendalikan. Unsur TNI, Polri, dan PLN juga turun membantu di lokasi.
BPBD Makassar memastikan kebutuhan mendesak warga menjadi prioritas, termasuk tenda terpal, selimut, family kit, dan baby kit.
Petugas TRC telah melakukan pendataan awal dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memastikan penanganan lanjutan berjalan cepat.
Baca Juga : HKBN 2026, BPBD Makassar Edukasi Kebencanaan Dimulai dari Anak-anak
“Tim sudah di lapangan sejak pagi untuk asesmen awal. Recovery akan segera dilakukan, termasuk kebutuhan logistik dan penanganan lanjutan bagi warga terdampak,” kata Kepala BPBD Makassar Muhammad Fadli berdasarkan laporan TRC di lapangan.
Asesmen lengkap terkait kerusakan dan kebutuhan tambahan saat ini masih berlangsung.
BPBD Makassar menyampaikan bahwa update lanjutan akan dirilis sebagai dasar penanganan rehabilitasi, rekonstruksi, hingga trauma healing bila dibutuhkan.

