0%
logo header

Kamis, 25 Januari 2024 19:06

Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Semarakkan Perayaan Imlek di Makassar

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima kunjungan Permabudhi Cabang Makassar, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (25/1) || istimewa
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima kunjungan Permabudhi Cabang Makassar, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (25/1) || istimewa

Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 sebagai bagian rangkaian kemeriahan Imlek di Kota Makassar. Tahun Baru Imlek 2024 jatuh pada 10 Februari tahun ini.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Makassar kembali menyelenggarakan perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2024.

Perayaan ini sebagai bagian rangkaian kemeriahan Imlek di Kota Makassar. Tahun Baru Imlek 2024 jatuh pada 10 Februari tahun ini.

Panitia penyelenggara telah menemui Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melaporkan persiapan Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 yang sudah menjadi agenda tahunan.

Pertemuan antara Wali Kota Danny Pomanto dan panitia penyelenggara Jappa Jokka Cap Go Meh berlangsung di Kantor Balai Kota, Kamis (25/1).

Tahun ini, Jappa Jokka Cap Go Meh mengangkat isu lingkungan dan mendapat respon yang sangat baik dari Wali Kota Danny Pomanto.

Hal itu sejalan dengan keinginan Danny Pomanto untuk menggalakkan kembali program Makassar Tidak Rantasa (MTR) dan Lihat Sampah Ambil (LISA).

“Kota Makassar harus berbasis masyarakat yang bersih. Bukan berbasis petugas kebersihan,” kata Danny Pomanto.

Diketahui ada dua agenda Jappa Jokka Cap Go Meh yang diselenggarakan Permabudhi Cabang Makassar tahun ini.

Diantaranya, Festival Kuliner dan Budaya di Jalan Sulawesi dan menggandeng anak sekolah dalam tema lingkungan di Mall Pipo.

Permabudhi mengangkat tema pendidikan dengan mengajak generasi muda mengikuti senam ECO, menggalakkan makan tanpa sisa dan isu ramah lingkungan lainnya.

Danny Pomanto mengatakan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan harus terus didorong.

Termasuk pemerintah kota sudah menerbitkan larangan penggunaan plastik di minimarket dan swalayan di Makassar.

“Berdayakan tas rotan, minimkan plastik. Artinya semangat hidup bersih menjadi penting,” ucapnya.

Pihaknya terus mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penguatan keimanan dan kebudayaan umat beragama di Makassar.

Itu menandakan bahwa Makassar adalah rumah bersama. Semua warga, semua budaya, etnis dan agama berjalan beriringan rukun, aman, dan damai.