MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Makassar mencatat realisasi investasi periode Januari-September atau triwulan III 2024 mencapai Rp2,55 triliun.

Kepala Dinas PM-PTSP Makassar Helmy Budiman menyebutkan bahwa Kota Makassar berkontribusi 25,93% terhadap investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Scara keseluruhan periode Januari-September investasi di Sulsel itu mencapai Rp9,859 triliun,” kata Helmy Budiman.
Baca Juga : IGS 2026 Hasilkan 37 Peluang Bisnis, Pemkot Makassar Kawal Tindak Lanjut Investasi
Helmy merinci nilai investasi Kota Makassar terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp428,1 milliar.
Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,12 triliun lebih.
Lebih lanjut, Helmy menyampaikan sektor dengan nilai realisasi investasi tertinggi ialah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp498 miliar.
Baca Juga : IGS 2026 Buka Peluang Kerja Sama Makassar dengan Delapan Negara
Selanjutnya sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp494,2 miliar lebih.
“Transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp468,2 miliar, jasa lainnya Rp381,7 miliar, listrik, gas dan air Rp151,8 miliar,” ungkapnya.
Helmy berharap agar perkembangan nilai investasi pada periode Oktober-Desember bisa memberikan kemajuan yang positif.
Baca Juga : IGS 2026 Jadi Ajang Promosi Stadion Untia, Pemkot Makassar Bidik Investasi Sport Tourism
Apalagi periode ini mengalami penurunan dibanding dengan nilai investasi pada 2023. Yakni mencapai Rp4,9 triliun lebih untuk Januari-September.
Turunnya nilai investasi inu, kata Helmy Budiman, dipengaruhi oleh faktor makro. Misalnya pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah hingga kejadian global seperti perang Ukraina vs Rusia dan wilayah Timur Tengah.
Termasuk tidak adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat di tahun ini menjadi salah satu pengaruh besar turunnya capaian nilai investasi.
Baca Juga : Makassar Buka Ruang Kolaborasi Investasi bagi 23 Kabupaten/Kota di Sulsel Lewat IGS 2026
Di mana pada 2023 lalu, ada pembangunan kalan tol dan Makassar New Port (MNP) di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sedangkan PSEL belum bisa diukur dan tidak masuk dalam catatan capaian realisasi investasi karena pembangunannya belum berjalan tahun ini.
‘Mudah-mudahan September ke Desember ini ada perubahan atau ada peningkatan tapi kita baru bisa melihat datanya itu di bulan Januari Atau mungkin di bulan Februari 2025 dan akan dirilis secara nasional,” harapnya.

