0%
logo header
Rabu, 21 Mei 2025 22:07

Dua Ribu Sambungan Air Bersih Gratis Makassar Segera Diluncurkan

Dua Ribu Sambungan Air Bersih Gratis Makassar Segera Diluncurkan

Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, menjadi wilayah pertama yang akan menerima manfaat. Setidaknya 200 warga telah terdata sebagai calon penerima sambungan gratis.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan meluncurkan program pemasangan sambungan air bersih gratis bagi warga berpenghasilan rendah.

banner pdam

Langkah ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah kota untuk memperluas akses layanan dasar dan mengurangi beban ekonomi rumah tangga miskin.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menargetkan sebanyak 2 ribu rumah tangga akan menikmati fasilitas tersebut pada tahap awal pelaksanaan di tahun ini.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan RKPD 2027, Fokus Layanan Dasar Masyarakat

“Ini soal keadilan akses. Kita ingin semua warga, tanpa kecuali, memiliki hak yang sama untuk menikmati air bersih. Karena air bukan kemewahan, tapi kebutuhan pokok,” tegas Munafri, Rabu (21/5).

Program ini menyasar masyarakat miskin yang selama ini belum terjangkau layanan PDAM, terutama karena kendala biaya pemasangan sambungan awal.

Nantinya, warga tidak perlu membayar biaya instalasi, tetapi tetap membayar pemakaian air setiap bulan seperti pelanggan lainnya.

Baca Juga : Terima Peserta PKA, Sekda Makassar Paparkan Strategi Pembangunan dan Investasi

“Yang kami gratiskan adalah penyambungannya, bukan tagihan air bulanannya. Setelah meteran terpasang, mereka akan tercatat sebagai pelanggan aktif PDAM,” tambah Munafri.

Peluncuran resmi program direncanakan dalam waktu dekat, dengan fokus awal di lima kecamatan.

Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, menjadi wilayah pertama yang akan menerima manfaat. 200 warga telah terdata sebagai calon penerima sambungan gratis.

Baca Juga : Urai Kemacetan, Munafri Dorong Transportasi Massal Terintegrasi di Makassar

Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan database calon penerima yang divalidasi berdasarkan kondisi sosial ekonomi.

Termasuk pemakaian listrik rumah tangga di bawah 400 watt sebagai salah satu indikator.

“Tim kami sudah turun ke lapangan. Kami pastikan bahwa penerima benar-benar warga yang membutuhkan dan memenuhi kriteria,” kata Hamzah.

Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya

Sementara itu, Kepala Bappeda Makassar A Zulkifly Nanda menyebutkan bahwa program ini tak hanya berdampak sosial, tetapi juga memperkuat jangkauan layanan PDAM secara jangka panjang.

“Air bersih ini menyangkut kesehatan, ekonomi, bahkan kualitas pendidikan anak-anak di rumah. Makanya kami prioritaskan program ini untuk segera jalan,” ucapnya.

Pemerintah berharap program ini bisa menjadi model kolaborasi sosial dan infrastruktur, yang bukan hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kota yang lebih inklusif. (Jie_e)