MAKASSAR, KATABERITA.CO – Penggunaan solar panel di sekolah-sekolah sebagai langkah awal menuju Low Carbon City mulai diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar.

Kepala Disdik Makassar Muhyiddin mengatakan pengunaan panel surya atau pembangkit listrik tenaga matahari mulai diuji coba di SMPN 6 Makassar.
“Kita sudah survei, uji coba awal kita pasang di SMPN 6 Makassar,” singkat Muhyiddin, Minggu (25/2).
Baca Juga : Disdik Makassar Pisahkan Server SPMB 2026, Antisipasi Gangguan Saat Pendaftaran
Muhyiddin baralasan memilih SMPN 6 sebagai tempat uji coba awal karena ada smart class di dalamnya terdapat banyak komputer sebagai penunjang pembelajaran.
Selain mendorong Low Carbon, kata Muhyiddin, penggunaan panel surya juga bakal lebih murah dan efisien. Apalagi selama ini biaya pembayaran listrik di setiap sekolah cukup besar.
“Jadi SMPN 6 sudah mulai survei. Kami yakin pengeluaran biaya listrik untuk sekolah pasti berkurang. Supaya alokasi dana BOS bisa kita gunakan untuk yang lain juga. Selama ini biaya listrik besar sekali setiap sekolah,” tuturnya.
Baca Juga : Tekan Angka Putus Sekolah, Wali Kota Makassar Kerahkan Tim ATS Jemput Anak Kembali ke Sekolah
Ia juga menjelaskan estimasi anggaran yang akan disiapkan tahun ini untuk menghadirkan panel surya di sekolah-sekolah sekitar Rp200 miliaran.
“Jadi memang ada rinciannya dari Bappeda. Sekitar Rp200 miliaran. Kami hanya menentukan titiknya saja,” tambahnya.
Namun, walaupun setiap sekolah nantinya sudah menggunakan panel surya sebagai sumber listrik utama, namun listrik PLN juga masih terpasang.
Baca Juga : Tekankan Kesederhanaan, Disdik Makassar Larang Acara Penamatan Murid di Luar Sekolah
“Tetap listrik PLN juga akan terpasang sebagai sumber energi lain. Tapi panel surya akan menjadi sumber listrik utamanya,” tutup Muhyiddin.

