0%
logo header
banner dprd makassar
Minggu, 05 Desember 2021 14:23

BPBD Makassar Pantau Titik-Titik Rawan Banjir, Empat Kecamatan Ini Jadi Perhatian

Personel BPBD Makassar memantau titik rawan banjir || ist
Personel BPBD Makassar memantau titik rawan banjir || ist

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar intens memantau titik-titik rawan banjir mengingat hujan deras terus mengguyur Kota Makassar dalam kurun waktu 12 jam terakhir.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar intens memantau titik-titik rawan banjir mengingat hujan deras terus mengguyur Kota Makassar dalam kurun waktu 12 jam terakhir.

Kepala BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan pemantauan dilakukan personel masing-masing carester sesuai wilayah kerjanya untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan posko PB.

“Sejak tadi malam sampai hari ini posko PB dan seluruh carester memantau wilayah utamanya wilayah rawan banjir,” kata Achamd Hendra Hakamuddin, Minggu (5/12).

Baca Juga : Cuaca Buruk, BPBD Makassar Imbau Warga Pesisir Tidak Melaut

Hendra menyebutkan ada empat kecamatan yang menjadi perhatian pemerintah kota.

Sebab wilayah ini selalu menjadi langganan banjir saat hujan deras mengguyur Kota Makassar.

Diantaranya, Blok X dan Blok VIII Perumnas Antang Kecamatan Manggala, Citra Tello Kecamatan Panakkukang, Perumahan Bung Kecamatan Tamalanrea, dan Kodam III Kecamatan Biringkanayya.

Baca Juga : Dua Kecamatan di Makassar Terendam Banjir, 598 Warga Mengungsi

“Jadi personel sudah terdistribusi ke masing-masing wilayah. Jumlahnya menyesuaikan kondisi,” ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga dibantu dengan stakeholder terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Brimob Polda Sulsel, Basarnas, TNI, dan beberapa komunitas.

Kata Hendra, sejauh ini berdasarkan pemantauan kondisi masih aman terkendali. Termasuk Sungai Biringje’ne yang selalu menjadi pemicu terjadinya banjir di wilayah Kodam III Biringkanayya.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Waduk Tunggu Pampang Masih Normal

Meski begitu, banjir bisa saja terjadi jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Juga jika kondisi hujan dengan intensitas tinggi disertai pasang air laut selama dua hari berturut-turut.

“Termasuk juga kondisi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah sekitar Makassar, seperti Maros dan Gowa. Kondisi drainase juga menjadi pemicu terjadinya banjir,” tutur dia.