MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menempatkan masing-masing 10 personel siaga 24 jam di dua wilayah rawan banjir, yakni Kecamatan Manggala dan Tamalanrea.

Langkah ini merupakan upaya antisipasi menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan genangan di kawasan dengan karakter geografis rendah tersebut.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan kedua wilayah ini dipilih karena selama ini menjadi lokasi yang kerap terdampak banjir saat intensitas hujan meningkat.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
“Untuk carester yang menjadi langganan banjir, kami tempatkan pasukan di situ. Untuk Manggala dan Tamalanrea, masing-masing kami siapkan 10 personel selama 24 jam,” ujar Fadli.
Selain menyiagakan personel, BPBD turut menempatkan perahu karet, mesin, serta perlengkapan penyelamatan di sejumlah titik strategis.
Penempatan peralatan ini bertujuan mempercepat respon jika terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
“Peralatan dan semua barang untuk penyelamatan sudah kami bawa ke carester Manggala dan Tamalanrea. Kita siapkan semuanya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” lanjutanya.
Ia menjelaskan bahwa Makassar saat ini belum masuk kategori wilayah dengan cuaca ekstrem.
Namun, risiko banjir tetap ada karena aliran hujan dari daerah hulu seperti Pangkep, Maros, dan Gowa dapat memengaruhi kondisi hilir di Kota Makassar.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
“Intinya, kami jamin Makassar saat ini masih aman. Mungkin status waspada. Jadi status waspada, baru siaga, lalu meningkat darurat,” tambahnya.
BPBD Makassar memastikan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan seiring perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayah kota.

