0%
logo header
banner dprd makassar
Senin, 26 September 2022 22:24

Abaikan SK Wali Kota, Bapenda Tertibkan Reklame di Dua Titik

Abaikan SK Wali Kota, Bapenda Tertibkan Reklame di Dua Titik

Bapenda Kota Makassar menertibkan reklame yang melabrak aturan di dua titik. Yakni di Jalan Somba Opu dan Jalan Bulusaraung.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar menertibkan reklame yang melabrak aturan di dua titik, Senin (26/9) malam.

Yakni di Jalan Somba Opu dan Bulusaraung. Keduanya terletak di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar

Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Makassar, Harryman menyebutkan ada 19 unit reklame yang akan diterbitkan malam ini.

Baca Juga : Tumbuhkan Rasa Kebersamaan Antar Pegawai, Bapenda Gelar Porseni Semarakkan HUT RI ke-77

“Target kita khusus di Jalan Somba Opu itu ada tujuh titik reklame, dan di Jalan Bulusaraung ada 12 titik,” kata Harryman.

Belasan reklame tersebut diterbitkan menggunakan alat berat kren.

Reklame itu ditertibkan karena telah melanggar SK Wali Kota Nomor: 1941/970/Tahun 2022.

Baca Juga : Cegah Potensi Kebocoran, Bapenda Pasang CCTV di Restoran

Dalam SK Wali Kota tersebut ditetapkan bahwa Jalan Somba Opu dan Jalan Bulusaraung masuk wilayah percontohan penataan reklame.

“Kita sudah sampaikan untuk menyesuaikan dengan bentuk reklame yang ada di SK tersebut, bahkan kita sudah panggil untuk sosialisasi tapi masih ada yang melanggar,” bebernya.

Harryman menyebutkan dari 142 reklame yang ada di Jalan Somba Opu, hanya 135 yang menurunkan sendiri atau melakukan penertiban secara mandiri.

Baca Juga : Firman Pagarra Paparkan Konsep Pemulihan Ekonomi Pemkot Makassar di Jakarta

Berdasarkan aturan, reklame yang ada di kawasan percontohan seharusnya tidak sampai ke badan jalan.

Harus menempel di dinding, jika pun keluar jarak maksimal 1 meter.

“Sedangkan sisanya, itu yang kita tertibkan malam ini. Bentuknya tidak seperti yang kita sepakati, makanya kita potong,” tutupnya.

Baca Juga : Triwulan Pertama, Realisasi Bapenda Makassar Surplus Rp50 Miliar