0%
logo header
Rabu, 13 April 2022 14:24

38 OPD Masuk Zona Merah, Realisasi APBD Makassar Triwulan I Rp288,31 Miliar

Realisasi APBD 2021 Pemprov Sulsel 93,02% || ilustrasi
Realisasi APBD 2021 Pemprov Sulsel 93,02% || ilustrasi

Serapan anggaran 38 OPD lingkup Pemkot Makassar masih sangat rendah, bahkan masuk kategori merah. Realisasinya masih di bawah 9%.Hal itu berdasarkan hasil monev triwulan pertama yang dirilis Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Serapan anggaran 38 OPD lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih sangat rendah, bahkan masuk kategori merah. Realisasinya masih di bawah 9%.

Hal itu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) triwulan pertama yang dirilis Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Rabu (13/4).

Sekretaris Bappeda Makassar, Hamka menyebut dari total Rp4,96 triliun pagu anggaran hingga triwulan pertama realisasinya hanya Rp288,31 triliun.

Baca Juga : Makassar Kota Terbaik Pertama dalam Penerapan SPM TA 2023, Hasil Penilaian Kemendagri

“Masih ada sisa anggaran Rp4,67 triliun,” singkat Hamka.

Dari semua OPD yang masuk zona merah, terdapat tiga OPD yang realisasinya masih 0%. Yakni, Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Bagian Perekonomian, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Kalau Dinas PU itu realisasinya masih di bawah 1%, baru sekitar Rp4,7 miliar dari pagu Rp897,6 miliar,” tuturnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Studi Tiru Teknologi Pembangunan Kabel Bawah Tanah di Singapura

Hamka menjelaskan untuk kategori sedang dengan capaian 9-17% tercatat ada 22 OPD. Sedangkan kategori tinggi dengan capaian 18-25% hanya dua OPD.

Keduanya yaitu Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).

“Realisasi keuangan BPM itu sudah 45,25% atau Rp8,36 miliar dari pagu Rp18,49 miliar. Sedangkan DPPPA sudah 24,4% atau Rp4,03 miliar dari pagu Rp16,51 miliar,” bebernya.

Baca Juga : Anggaran Penggunaan Panel Surya di Makassar Ditaksir Ratusan Miliar

Hamka meminta kepada seluruh OPD yang capainnya masih di bawah rata-rata untuk segera melakukan percepatan.

“Idealnya itu realisasi triwulan pertama sekitar 25%,” tutupnya.