0%
logo header
Senin, 20 Desember 2021 18:11

UNM Beri Apresiasi, Wisudawan Terbaik Bebas Tes Masuk Pascasarjana

Wisuda Mahasiswa UNM Makassar || ist
Wisuda Mahasiswa UNM Makassar || ist

Rektor UNM Makassar, Prof Husain Syam memberikan apresiasi berupa jaminan bebas tes masuk Pascasarjana UNM bagi wisudawan terbaiknya.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wisudawan terbaik Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Pascasarjana.

Bahkan, Rektor UNM Makassar, Prof Husain Syam memberikan apresiasi berupa jaminan bebas tes masuk Pascasarjana UNM bagi wisudawan terbaiknya.

Hal itu disampaikan Prof Husain Syam usai mengukuhkan 1.000 wisudawan baru di Gedung Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Senin (20/12).

Baca Juga : Silaturahmi ke FEB, Rektor UNM: Persahabatan Kita Harus Memiliki Arti Bersinergi untuk Maju Bersama

Kata dia, para wisudawan terbaik mesti mendapat keistimewaan. Meski tidak begitu besar, namun paling tidak bisa memudahkan mereka dalam mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Dari kampus, masuk Pascasarjana itu bebas. Kalau dia cumlaude itu bebas tes, kalau masuk lagi di UNM. Tapi harus langsung lanjut, tidak boleh setahun lagi baru masuk,” ujar Husain.

Dia menyebut wisuda kali ini merupakan wisuda penghujung tahun 2021 yang sangat strategis. Sebab, ada momentum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Bisa menjadi kado bagi para wisudawan.

Baca Juga : Prof Karta Jayadi Lantik 41 Pejabat Lingkup UNM

“Sampai akhir tahun ini sudah enam kali kita melakukan wisuda. Berarti susah 6.000 di 2021 ini. Harusnya sekitar 7.000 sampai 8.000. Tapi karena dalam pandemi Covid yang betul-betul di awal itu ada yang tidak berjalan maksimal,” tutur dia.

Husain menambahkan wisuda yang berlangsung secara luring ini merupakan formulasi baru. Sebelumnya masih dilakukan dengan metode blanded atau campuran antara daring dan luring.

Namun kali ini tidak sama, sebab dilakukan di beberapa tempat yang berbeda.

Baca Juga : Kunjungan ke FT UNM, Prof Karta Jayadi Bilang Begini ke Civitas Akademika

“Semua offline tapi di tempat yang berbeda sebagian. Ada semua orang tuanya. Cuma Tidak terkonsentrasi pada satu tempat. Ada di lantai dua, ada di fakultas. Tapi dia terkoneksi. Jadi datang semua orang tuanya,” beber dia.