0%
logo header
Rabu, 29 April 2026 19:34

Fokus Layanan Publik, PDAM Makassar Komitmen Penuhi Kebutuhan Air RS Mata

Fokus Layanan Publik, PDAM Makassar Komitmen Penuhi Kebutuhan Air RS Mata

Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan dengan menyiapkan suplai air bersih untuk Rumah Sakit (RS) Mata Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan dengan menyiapkan suplai air bersih untuk Rumah Sakit (RS) Mata Makassar.

banner pdam

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara jajaran RS Mata Makassar dengan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Andi Syahrum Makkuradde, serta Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid, di Kantor PDAM Kota Makassar, Rabu (29/4).

Direktur Utama RS Mata Makassar, dr Andi Tenrisanna Devi Indira, menjelaskan bahwa air bersih menjadi kebutuhan vital bagi operasional rumah sakit, mulai dari pelayanan medis, rawat inap, hingga fasilitas umum.

Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih

Namun, sumber air yang tersedia saat ini dinilai belum memenuhi standar pelayanan.

Sumur dalam yang dimiliki rumah sakit menghasilkan air dengan kandungan kapur tinggi, sehingga tidak layak digunakan secara optimal untuk kebutuhan medis.

“Selama ini kami terpaksa membeli air dari pihak ketiga setiap hari. Ini tentu menjadi beban operasional yang cukup besar,” ujar Devi Indira.

Baca Juga : Siaga El Nino, PDAM Makassar Percepat Sumber Alternatif hingga Distribusi Darurat

Ia menjelaskan, secara teknis terdapat dua alternatif jalur distribusi air dari jaringan PDAM menuju rumah sakit.

Jalur pertama berasal dari poros Jalan Perintis Kemerdekaan, sementara jalur kedua dari arah belakang rumah sakit.

Setelah mempertimbangkan aspek teknis, jalur dari Jalan Perintis dinilai paling memungkinkan untuk menjamin suplai air yang stabil.

Baca Juga : Perbaikan Pipa Selesai, PDAM Makassar Mulai Pulihkan Distribusi Air

“Kami berharap PDAM dapat membantu membangun jaringan dari arah Perintis karena itu yang paling memungkinkan secara teknis untuk menjamin kontinuitas suplai,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menjelaskan bahwa jaringan utama PDAM sebenarnya telah tersedia di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Namun, untuk melakukan penarikan jalur baru menuju rumah sakit, dibutuhkan izin teknis dari Balai Jalan karena menyangkut akses infrastruktur koridor jalan nasional.

Baca Juga : PDAM Makassar Perkuat Tata Kelola lewat Pelatihan Risiko dan Audit

“Jaringan utama kita ada di Poros Perintis. Untuk masuk ke kawasan rumah sakit, kita membutuhkan izin terlebih dahulu dari Balai Jalan. Setelah izin terbit, pekerjaan bisa langsung berjalan,” jelas Andi Syahrum.

Ia menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses tersebut dengan langkah awal penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam waktu dua hari sebagai dasar administrasi dan teknis pelaksanaan.

“RAB dua hari selesai. Setelah itu kita dorong proses izinnya. Ini penting karena rumah sakit adalah pelanggan strategis dan kebutuhan pelayanan publik,” katanya.

Baca Juga : PDAM Makassar Perkuat Tata Kelola lewat Pelatihan Risiko dan Audit

Andi Syahrum juga menegaskan bahwa pengerjaan akan menjadi bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Apa lagi ini soal pelayanan sosial. Jadi kita harus profesional dan cepat,” tegasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan Rumah Sakit Mata Makassar memiliki nilai historis dan moral yang kuat mengingat rumah sakit tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang bersama Komisi IX DPR RI pada masa lalu.

Baca Juga : PDAM Makassar Perkuat Tata Kelola lewat Pelatihan Risiko dan Audit

“Saya punya tanggung jawab moral terhadap kehadiran Rumah Sakit Mata ini. Rumah sakit ini lahir dari perjuangan panjang. Karena itu, ketika ada kendala yang menyangkut pelayanan masyarakat, kita harus hadir mencarikan solusi,” tegas Aliyah.

Aliyah meminta persoalan teknis tidak menjadi alasan berlarutnya pelayanan dasar bagi fasilitas kesehatan strategis.

Ia bahkan mendorong agar proses administrasi dan kebutuhan biaya penyambungan dapat segera dihitung serta dipercepat.

Baca Juga : PDAM Makassar Perkuat Tata Kelola lewat Pelatihan Risiko dan Audit

“Kalau jalurnya sudah ada di depan rumah sakit, silakan langsung dikerjakan. Jangan berlama-lama. Kalau butuh biaya, kita bicarakan. Yang penting masyarakat dan pasien tidak terdampak,” ujarnya.