MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis berkunjung ke dua kecamatan, Jumat (25/10).

Kali ini, Arwin Azis mengunjungi Pulau Barrang Lompo Kecamatan Sangkarrang dan Kecamatan Biringkanaya.
Setelah sebelumnya, ia telah berkunjung di delapan kecamatan. Yakni, Makassar, Ujung Pandang, Wajo, Mamajan, Mariso, Rappocini, Tamalate, dan Bontoala.
Baca Juga : Sulsel Segel 6 Tempat Hiburan Malam Ilegal, 1 Hotel di Makassar Kena Teguran
Andi Arwin Azis tiba di Pulau Barrang Lompo sekitar pukul 06.50 WITA dan diterima oleh Camat Sangkarrang Andi Asdhar.
Sangkarrang membawahi tiga kelurahan, dan dihuni oleh 14 ribu jiwa.
Pada kesempatan itu, Camat Sangkarrang Andi Asdhar mengungkapkan kendala yang dihadapi selama ini. Salah satunya kekurangan pegawai.
Baca Juga : Birokrasi Harus Melayani! Seruan Wabup Gowa Saat Tinjau Layanan Publik
Kata dia, jumlah pegawai di Sangkarrang hanya 21 orang, yang terdiri dari 19 ASN dan 2 PPPK.
Dalam kunjungannya, Pjs Wali Kota Andi Arwin ingin memastikan pelayanan publik di wilayah kepulauan tetap maksimal.
βIni akan menjadi catatan (kekurangan SDM), agar diadakan penambahan pegawai di sini (Kepulauan Sangkarrang). Akan disampaikan, karena sebagai Pjs Wali Kota memiliki tugas akselerasi,β ujar Andi Arwin Azis.
Baca Juga : Tindaklanjuti Surat BKN, Danny Pomanto Periksa Dua Kepala OPD dan Satu Lurah Diduga Langgar Netralitas ASN
Soal pelayanan publik juga menjadi penekanan Pjs Wali Kota di Kecamatan Biringkanaya. Kata dia, pemerintah mempunyai peran penting di tengah masyarakat.
Sehingga sebagai aparat pemerintah harus pro aktif dalam menindaklanjuti kebutuhan dan keluhan masyarakat.
“Pemerintah harus turun ke masyarakat. Program-program harus terus berjalan, dan keluhan masyarakat harus segera diatasi,β imbuhnya saat berkunjung ke Biringkanaya.
Baca Juga : Pjs Wali Kota Tekankan Profesionalisme dan Integritas kepada 1.877 Pengawas TPS se-Kota Makassar
Selain memastikan pelayanan publik berjalan maksimal, dalam kunjungannya di kecamatan Andi Arwin Azis juga menekankan pentingnya menjaga netralitas selama penyelenggaraan Pilkada 2024.
Untuk itu, ia mengajak seluruh birokrat secara bersama bekerja secara profesional, bebas dari kepentingan-kepentingan politik, kepentingan sosial, dan kepentingan lainnya.

