0%
logo header
Senin, 10 Maret 2025 16:34

PHRI Sulsel: Efisiensi Anggaran Picu Pengurangan Tenaga Kerja

PHRI Sulsel: Efisiensi Anggaran Picu Pengurangan Tenaga Kerja

"Kami melihat adanya penurunan jumlah kegiatan yang diselenggarakan di hotel akibat efisiensi anggaran. Ini tentu berdampak pada pendapatan hotel dan bisa berujung pada pengurangan karyawan," kata Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga mengungkapkan bahwa pengurangan anggaran kegiatan pemerintahan di hotel berdampak signifikan pada pendapatan sektor perhotelan dan berisiko memicu pengurangan tenaga kerja.

banner pdam

“Kami melihat adanya penurunan jumlah kegiatan yang diselenggarakan di hotel akibat efisiensi anggaran. Ini tentu berdampak pada pendapatan hotel dan bisa berujung pada pengurangan karyawan,” kata Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat saat menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (10/3).

Menurutnya, diperlukan strategi promosi yang lebih agresif, seperti cell promotion untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menghidupkan kembali industri perhotelan di Makassar.

Baca Juga : Makassar Siap Sambut Rakernas II ASITA, Pemkot Perkuat Dukungan Pariwisata

Untuk itu, Ia mengusulkan agar event, seminar, diskusi industri, dan pameran bisnis lebih sering diadakan di Makassar.

“Misalnya, seminar tentang industri kopi atau rumput laut bisa digelar di Makassar. Ini bisa menjadi alternatif bagi kegiatan pemerintah yang saat ini sedang mengalami pengurangan,” jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan bahwa pemerintah kota memahami dampak yang dirasakan industri perhotelan akibat efisiensi anggaran.

Baca Juga : Strategi Asminullah Kejar Target PAD Usai Ditunjuk Jadi Plt Kepala Bapenda Kota Makassar

“Kami paham bahwa usaha juga harus tetap berjalan, sehingga kita perlu mencari cara agar baik pemerintah maupun sektor swasta dapat berpikir lebih kreatif dalam menyiasati kondisi ini,” ujar Munafri Arifuddin.

Untuk membantu sektor ini, pemerintah kota akan meningkatkan cell promotion. Salah satunya dengan intensitas event guna mendorong sektor pariwisata di Kota Makassar.

“Industri properti juga tetap harus berjalan, sehingga kita perlu mengoptimalkan cell promotion berbagai event. Baik itu kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas maupun kelompok masyarakat yang memiliki jaringan nasional,” lanjutnya.

Baca Juga : Makassar Pangkas Ratusan Miliar dari APBD Perubahan 2025, Fokus Program Prioritas

Appi juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan memaksimalkan berbagai event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis ke Kota Makassar.

“Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman di Dinas Pariwisata agar dapat lebih aktif cell promotion. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa event-event yang masuk ke Kota Makassar dapat memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan dan usaha lainnya di kota ini,” jelasnya.

Selain itu, Appi memastikan bahwa proses perizinan akan dipermudah agar penyelenggara acara dan pelaku industri tidak terbebani.

Baca Juga : Pemkot Makassar Kaji Efisiensi Anggaran, Potensi Hemat Rp500 Miliar

“Kami akan menyederhanakan proses perizinan agar lebih mudah dan cepat, sehingga hotel dan sektor pendukung lainnya tetap dapat berkembang,” tutupnya.