0%
logo header
banner dprd makassar
Kamis, 24 Agustus 2023 21:34

Penampilan Budaya Bala Tau Polman dan Garap Angguk Pukau Andi Herfida Attas

Penampilan Budaya Bala Tau Polman dan Garap Angguk Pukau Andi Herfida Attas

Penampilan yang berkisar belasan menit itu berakhir dengan apresiasinya bersama penonton F8 Makassar 2023.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Tarian budaya asal Polewali Mandar (Polman) Bala Tau dan Tari Garap Angguk asal Kulon Progo meriahkan panggung Festival Makassar F8 pada hari kedua, Kamis, (24/08/2023).

Atraksi kebudayaan ini ditampilkan oleh Sanggar Seni Laut Biru asal Polman yang juga merupakan persembahan dari Pemerintah Kabupaten Polman.

Begitupun dengan pertunjukan kebudayaan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo yang membawakan Garap Angguk juga Sendratari.

Baca Juga : Workshop Pemajuan Kebudayaan, Ini 5 Rekomendasi Perlindungan Seniman Makassar

Bala Tau adalah sendiri berarti pengadilan dahulu atau pengadilan kuno suku Mandar.

Yang mana menceritakan penyelesaian sengketa untuk menentukan kebenaran, diselesaikan dengan cara adu perang bagi pria dan adu ketahanan panas pada minyak bagi wanita.

Bagi siapa yang bertahan dalam adu tersebut, maka ia dianggap orang yang benar dalam perkara tersebut.

Baca Juga : Pameran Walking Through A Songline di Museum Kota Makassar, Dinas Kebudayaan Target 100 Ribu Pengunjung

Kisah sedih yang tergambarkan dalam uji kebenaran itu harus merelakan orang yang dicintai pergi dengan kekalahan yang berujung kematian.

Para pengunjung dibuat haru, sedih. Tak hanya itu, Kadis Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas ikut terpukau.

Penampilan yang berkisar belasa menit itu berakhir dengan apresiasinya bersama penonton F8.

Baca Juga : Dinas Kebudayaan Makassar Boyong Penari, Dapat Kesempatan Antar Wali Kota Den Haag Masuki Area Tong Tong Fair

Tari Angguk ini sendiri merupakan tarian tradisional khas Kabupaten Kulon Progo, yang memiliki hubungan erat dengan ritual atau upacara-upacara tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat khususnya di Desa.

Disebut “Angguk” dikarenakan setiap gerak yang dilakukan selalu disertai dengan mengangguk-anggukkan kepala, selain itu sebelum melakukan satu rangkaian motif gerak juga diawali dengan hormat (menganggukkan kepala dan merunduk), dari sinilah kemudian lahir satu kesenian yang disebut Angguk.

Selain Tari Angguk, perwakilan Pemerintah Kulonprogo ini juga menampilkan Sendratari.

Baca Juga : Promosikan Budaya, Kadis Kebudayaan Makassar Ikuti Tong Tong Fair di Belanda

Puluhan pelaku menunjukkan performa luar biasa melalui sendratari ini. Apalagi ditambah drama-drama kehidupan yang dilakoni dalam show ini.

Mereka menghabiskan sekitar satu jam lebih untuk memunculkan performa total mereka di atas panggung F8.

Akhir pertunjukan para penonton menyambut dengan standing applaus meriah bagi para seniman.

Baca Juga : Promosikan Budaya, Kadis Kebudayaan Makassar Ikuti Tong Tong Fair di Belanda

‚ÄúPenampilan para seniman ini luar biasa. Mereka betul-betul menunjukkan performa apik, sempurna, totalitas,” kata Herfida Attas. (*)