
MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menyerang hewan ternak di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hingga Januari 2023, total hewan yang terjangkit PMK mencapai 15 ribu ekor. Dari jumlah ini, 14.235 ekor sudah dinyatakan sembuh.
Baca Juga : Dinkes Sulsel Distribusika 7.213 Vial Vaksin Meningitis untuk Jemaah Haji
Sisanya, 134 ekor mati, 630 ekor dipotong bersyarat dan 86 ekor masih terjangkit.
Plt Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel, Sriyanti Haruni mengatakan kasus itu bersumber dari 22 daerah.
Kata dia, Kabupaten Selayar masuk zona hijau (nol kasus) dan Kota Parepare masuk zona kuning. Meski belum ada kasus tapi berpotensi tertular karena Kota Parepare menjadi jalur lalu lintas hewan.
Baca Juga : Kompensasi Peternak PKM Tidak Jelas, Dewan Makassar Minta DP2 Tak Berpangku Tangan
”Kami masifkan vaksinasi, karena itu salah satu kunci pengendalian PMK. Tahun 2022 itu alokasinya 500 ribu, tahun ini dialokasikan 1,5 juta dosis. Ini kami sebar ke 23 kabupaten/kota, Parepare zona kuning tapi tetap diberikan vaksin,” ujar Sriyanti Haruni.
Selain itu, drh Sriyanti juga mengatakan pihaknya akan meningkatkan SDM, security, termasuk dalam hal pengawasan lalu lintas ternak.
”Ternak yang melintas dipastikan sudah divaksin, sudah dilakukan pemeriksaan, ditandai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kalau tidak ada, harus dipulangkan,” terangnya.
Baca Juga : PMK Jangkit Hewan Ternak di Makassar, DP2 Edukasi Pedagang Rutin Bersihkan Kandang
Sejauh ini, Sriyanti mengatakan ada 580 ternak yang sudah mendapat alokasi anggaran ganti rugi. Nilai satu ternak mendapat Rp10 juta.
”Dari 580 ternak itu sudah 571 yang terbayar, sisa sembilan karena kendala rekening. Harus BRI, jadi dari Kementerian Peternakan langsung ke peternak, itu bisa diambil sampai Rp0,” ucap Sriyanti.

