0%
logo header
Selasa, 21 September 2021 19:01

Pemkot Makassar – BBWSPJ Rancang solusi Penanganan Banjir

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengikuti rapat koordinasi bersama jajaran pejabat BBWS-PJ Kementrian PUPR, di Kantor BBWS-Pompengan Jeneberang, Jalan Sekolah Guru Perawat, Selasa (21/9) || ist
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengikuti rapat koordinasi bersama jajaran pejabat BBWS-PJ Kementrian PUPR, di Kantor BBWS-Pompengan Jeneberang, Jalan Sekolah Guru Perawat, Selasa (21/9) || ist

Pemkot Makassar bersama BBWS-PJ Kementrian PUPR mulai menyusun langkah antisipasi untuk mengatasi bencana banjir di Kota Makassar. Terlebih Kodam III dan Perumnas Antang Manggala menjadi titik terparah banjir saat musim hujan

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Kementrian PUPR mulai menyusun langkah antisipasi mengatasi bencana banjir disejumlah wilayah di Kota Makassar.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengikuti rapat koordinasi bersama jajaran pejabat BBWS-PJ Kementrian PUPR, di Kantor BBWS-Pompengan Jeneberang, Jalan Sekolah Guru Perawat, Selasa (21/9).

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan ada beberapa titik langganan banjir di Kota Makassar yang mesti segera diatasi. Salah satunya di wilayah Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala.

Baca Juga : Jaga Kebersihan Kota, Kepala Dinas PU Imbau Masyarakat Tak Buang Sampah di Kanal

Termasuk di wilayah Kodam III, Kelurahan Pacerakkang, Kecamatan Biringkanyya menjadi titik terparah banjir.

“Wilayah ini harus kita pikirkan solusinya. Kita berharap masyarakat sekitar tidak lagi merasakan pengungsian akibat banjir,” kata Danny.

Pertemuan ini merupakan kali kedua setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar. Pertemuan sebelumnya dilakukan dikediaman pribadi Danny, di Jalan Amirullah, Maret lalu.

Baca Juga : Periode Kedua, Danny Pomanto Pertahankan Predikat WTP Tiga Tahun Berturut-turut

Dia mengatakan pertemuan pertama, Pemkot Makassar dan BBWS-PJ Kementrian PUPR juga membahas terkait solusi banjir di Kota Makassar.

Bahkan, dari hasil pertemuan tersebut pemerintah kota dan pihak balai telah melakukan langkah awal dengan mengeruk sedimen dan membuat tali air di Sungai Biringjene sebagai solusi jangka pendek.

“Kemarin kita sudah membuat tali air di Sungai Biringjene, belakang wilayah Kodam III. Langkah ini setidaknya bisa meminimalisir air masuk ke pemukiman penduduk saat hujan turun,” lanjut dia.

Baca Juga : Euforia Suporter di Makassar Nobar Timnas U-23 Indonesia Lawan Irak Meski Diguyur Hujan

Sementara, Kepala BBWS-PJ Kementrian PUPR, Adenan Rasyid mengatakan telah merancang solusi penanganan banjir di kedua wilayah itu. Mulai dari program jangka pendek hingga jangka panjang.

“Kita tinggal sama-sama turun dengan Pemkot Makassar untuk melaksanakan eksekusinya,” ucap dia.

Dia menyatakan solusi yang ditawarkan BBWS-PJ untuk wilayah Perumnas Antang dilakukan normalisasi sungai yang mempersempit aliran ke muara.

Baca Juga : Sukses Gelar Nobar Indonesia Lawan Uzbekistan, Masyarakat: Terima Kasih Pak Wali!

“Kalau di Kodam III kita sudah rencana mau buat kolam regulasi, jadi sebelum air itu sampai ke muara singgah dulu di kolam retensi seperti di Nipa-Nipa,” tutur Adenan.