MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan urgensi akselerasi digitalisasi sebagai strategi utama menjaga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Makassar.

Penegasan itu disampaikan Munafri saat membuka kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026, yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar di Hotel Grand Novotel Shayla, Kamis (9/4).
Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa digitalisasi adalah instrumen strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan daya saing daerah.
Baca Juga : Kepala Distaru Makassar Hadiri Tax Award 2025, Dukung Optimalisasi Kepatuhan Pajak Daerah
“Ini sangat penting untuk memaksimalkan bagaimana pola-pola pelayanan digital yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.
Munafri menyoroti lemahnya kontrol dan pengawasan terhadap berbagai program digitalisasi yang telah diluncurkan sebelumnya.
Ia menggaris bawahi, banyak inovasi digitalisasi yang telah diluncurkan tapi belum diikuti dengan implementasi dan evaluasi yang optimal.
Baca Juga : TPID dan TP2DD Sulsel Gelar HLM, Upaya Pengendalian Inflasi Jelang Momen HBKN 2025
“Tahun lalu banyak sekali launching kegiatan digitalisasi, tetapi kontrolnya, pengawasannya, aplikasinya ini tidak terkontrol dengan baik,” tegasnya.
Karena itu, ia menegaskan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan keberlanjutan dan dampak nyata di wilayah tufoksi masing-masing dari setiap program yang dijalankan.
Lebih jauh, Munafri menyinggung budaya transaksi yang masih didominasi tunai, bahkan dari pegawai pemerintah sendiri, padahal wacana digitalisasi terus digaungkan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Fokus Selesaikan Tumpang Tindih Pengelolaan Parkir
Ia menekankan pentingnya konsistensi antara komitmen dan praktik di lapangan.
“Kita bicara digitalisasi, kita bicara pembayaran sistem digital, tapi di kantong kita cash-nya masih banyak. Yang paling penting hari ini adalah bagaimana ‘walk the talk’,” tegasnya.
Munafri meminta pegawai SKPD mulai mengubah pola pikir dan kebiasaan sebagai kunci utama keberhasilan transformasi digital.
Baca Juga : Tak Ada Kenaikan NJOP, Bapenda Makassar Buka Ruang untuk Aduan Warga Soal PBB
Ia mendorong agar digitalisasi dimulai dari internal pemerintah, sebelum diperluas ke masyarakat.
“Saya ingin memastikan bahwa digitalisasi ini tidak lagi menjadi barang asing, dimulai dari lingkup internal kita. Nanti ke depan harus terbalik, masyarakat yang bertanya ‘kok di sini tidak ada QRIS-nya?’,” pungkasnya.
Wali Kota yang akrab di sapa Appi ini juga menambahkan, digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Baca Juga : Tak Ada Kenaikan NJOP, Bapenda Makassar Buka Ruang untuk Aduan Warga Soal PBB
Oleh karena itu, Appi meminta seluruh SKPD menjadikan program ini sebagai prioritas dengan target capaian yang terukur dalam upaya peningkatan PAD Kota Makassar.
Appi mendorong seluruh jajaran SKPD untuk meningkatkan kecepatan dan daya saing.
Sebab meskipun TP2DD Kota Makassar menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan, skor output dan outcomenya masih lebih rendah dari dua kota lainnya.

