0%
logo header
Minggu, 11 Mei 2025 14:51

Makassar Siapkan Insentif dan Transportasi Laut Khusus Guru dan Nakes di Kepulauan

Makassar Siapkan Insentif dan Transportasi Laut Khusus Guru dan Nakes di Kepulauan

Langkah ini Menyusul Kunjungan Kerja Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, beberapa waktu lalu di Pulau-pulau Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Sangkarrang.

banner pdam

Langkah ini menyusul kunjungan kerja Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menyoroti langsung minimnya fasilitas dan akses dasar di pulau-pulau.

Salah satu kebijakan strategis yang disiapkan adalah pemberian insentif tambahan bagi para tenaga kerja di sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya

Kepala Bappeda Kota Makassar, A. Zulkifli Nanda, mengungkapkan bahwa skema insentif tengah dikaji dengan mempertimbangkan kategori jarak—mulai dari pulau terdekat, menengah, hingga terluar.

“Analisis insentif dilakukan secara menyeluruh. Tenaga yang bertugas di Pulau Lae-Lae tentu beda kebutuhannya dengan mereka yang bekerja di pulau-pulau terluar. Skema ini akan diakomodasi dalam APBD Perubahan 2025,” jelas Zulkifli.

Tak hanya insentif, Pemkot juga merancang penyediaan transportasi laut khusus berupa speedboat yang akan melayani mobilitas para guru dan tenaga kesehatan antarpulau. Akses yang selama ini menjadi kendala utama diharapkan bisa teratasi melalui layanan ini.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Instruksikan Camat dan Lurah Aktifkan Poskamling Pascamaraknya Geng Motor di Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa pelayanan dasar di wilayah kepulauan harus menjadi prioritas. Ia bahkan menggagas pembangunan boarding school agar anak-anak pulau tetap dapat belajar meski kondisi cuaca tak menentu.

“Kami ingin memastikan tidak ada gangguan belajar karena faktor alam. Boarding school akan jadi solusi, termasuk asrama bagi guru agar mereka bisa tinggal dan bekerja dengan aman dan nyaman,” tegas Munafri.

Menurut Munafri, perhatian terhadap kesejahteraan guru dan nakes di wilayah terpencil bukan hanya soal keadilan, tapi juga bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik yang berkualitas. Ia menegaskan, pembangunan wilayah kepulauan harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial

Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan pendidikan dan kesehatan di pulau-pulau sekitar Makassar, sekaligus mencerminkan komitmen Pemkot dalam meratakan pembangunan hingga ke pelosok. (Jie_e)