0%
logo header
Kamis, 22 Juni 2023 08:15

Jelang Idul Adha 1444 Hijriah, Fatmawati Rusdi Lepas Tim Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi resmi melepas Tim Terpadu Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi resmi melepas Tim Terpadu Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban.

Pelepasan tim terpadu ini berlangsung di Ruang Sipakatau Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (22/6).

Tim merupakan perwakilan dari Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.

Baca Juga : Fatmawati Rusdi Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Danny Pomanto, Doakan Jadi Pemimpin di Sulsel

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Universitas Bosowa, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

“Ini bentuk komitmen dan keseriusan Pemkot Makassar memastikan daging yang akan dikonsumsi sehat, halal, dan sesuai syariat Islam,” kata Fatmawati Rusdi.

Hal lain yang menjadi perhatian yakni untuk menghindari adanya Zoonosis atau penularan penyakit hewan ternak ke manusia.

Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda Keliling Makassar Naik Vespa, Danny Pomanto Sebut Fatmawati Rusdi Skuteris Sejati

Apalagi saat ini ada beberapa penyakit yang menyerang hewan ternak sehingga patut diwaspadai. Seperti, Penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy skin disease (LSD), dan Peste des petits ruminants (PPR).

“Meskipun saat ini kasus zero untuk Sulsel, namun kita terus melakukan pemantauan,” lanjutnya.

Kepala DP2 Makassar Evy Aprialti mengatakan untuk memastikan kualitas daging maka akan dilakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih dan setelah disembelih.

Baca Juga : Intip Gaya Danny-Fatma Peringati Hari Sumpah Pemuda, Keliling Naik Vespa Bareng Skuteris se-Sulsel

“Hal ini untuk menghindari pemotongan hewan sakit ataupun tidak layak, serta mengantisipasi adanya penyebaran penyakit hewan,” tutupnya.