0%
logo header

Minggu, 21 Januari 2024 11:12

DPPPA Makassar Gandeng KPU Ajak Perempuan Tidak Golput di Pemilu 2024

DPPPA Makassar Gandeng KPU Ajak Perempuan Tidak Golput di Pemilu 2024

Kepala DPPPA Makassar Achi Soleman dan Jajaran Ajak Perempuan di Makassar Tak Golput di Pemilu 2024

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) Makassar menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak perempuan agar tidak golput di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Terlebih, pesta demokrasi itu tinggal menghitung hari.

Kepala DPPPA Makassar Achi Soleman menyampaikan, pihaknya mengajak perempuan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 mendatang. Imbauan itu juga berdatangan lewat calon maupun oleh Lembaga masyarakat dan pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala DPPPA Makassar mendorong masyarakat untuk aktif menyalurkan hak pilih pada pemilu 2024 dengan bekerjasama dengan KPU Kota Makassar memanfaatkan momen Car Free Day di jalan Boulevard Makassar, Minggu (21/1).

Baca Juga : Plt Kepala DPPKB Makassar Hadiri FPD, Usul Bimtek Ulang Kader KB

Berbagai kegiatan yang dilakukan yaitu pembagian brosur kepada masyarakat tentag pentingnya memilih, brosur tentang layanan perlindungan perempuan dan anak (UPTD PPA), orasi ajakan untuk tidak Golput, serta pelibatan Badut Maskot KPU. Pada momen ini juga DPPPA mengajak Lembaga jejaring untuk turut serta, baik dari NGO, Peradi Makassar, dan Shelter Warga.

“Jadi kita akan siapkan layanan konsultasi bagi warga tentang pemilu, layanan konsultasi hukum, maupun layanan konseling,” ungkap Achi Soleman.

Achi–sapaan akrabnya, berharap adanya kegiatan ini bisa mendorong adanya tambahan pengetahuan bagi masayarakat Makassar tentang layanan perlindungan terhadap anak dan perempuan, serta pengetahuan pentingnya menyalurkan hak pilih pada Pemilu 2024.

Baca Juga : Pj Gubernur Bahtiar Dorong Pemda se-Sulsel Contoh Makassar Terapkan Low Carbon City

Sekadar diketahui, bahwa pemilih perempuan dalam tiap pemilu di Makassar selalu lebih banyak dari laki-laki, sehingga diharapkan dengan kegiatan ini, perempuan bisa lebih berdaulat menyalurkan hak pilihnya dengan benar, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, termasuk membantu KPU dalam mendorong peningkatan angka partisipasi pemilih di Kota Makassar. (*)