0%
logo header
Jumat, 18 Maret 2022 17:31

Dinkes Makassar Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Sobat TB

Dinkes Makassar Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Sobat TB

Tingginya angka penularan penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Makassar sangat memprihatinkan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar pada 2019 penderita TB sebanyak 5.412 kasus.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Tingginya angka penularan penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Makassar sangat memprihatinkan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar pada 2019 penderita TB sebanyak 5.412 kasus.

Data itu kemudian mengalami penurunan di masa pandemi menjadi 3.260 kasus di tahun 2020. Serta 3.911 kasus di tahun 2021 dengan angka kesembuhan 83 persen di tahun 2019 dan 85 persen di tahun 2020.

Kendati demikian, angka di atas masih terbilang tinggi. Indonesia bahkan menjadi negara tertinggi kedua kasus TB setelah India. Untuk itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan melakukan rapat koordinasi Menuju Makassar Bebas TB.

Baca Juga : PJ Sekda Tekankan Perkuat Layanan Dottoro’ta di Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan

Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Jumat (18/3). Rakor tersebut dihadiri seluruh kepala puskesmas di Kota Makasar, lurah, hingga camat.

Kepala Dinkes Makasar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan penyakit ini dapat dicegah apabila rantai penularannya diputuskan sesegera mungkin.

Hanya saja yang menjadi kendala, masih banyak warga yang tidak terbuka, sehingga mereka perlu diedukasi terkait penyakit TB. Targetnya, TB di Makassar bisa dieliminasi pada 2030 mendatang.

Baca Juga : Danny Pomanto Tinjau Fasilitas RS JEC Orbita Makassar

“Makanya kita mau memaksimalkan penemuan kasus agar dapat memutuskan rantai penularan,” jelasnya.

Untuk menskrining penularan penyakit TB di Makassar, Dinkes memaksimalkan penggunaan aplikasi sobat TB. Aplikasi ini kata Ida-sapaannya, bisa mengarahkan masyarakat untuk memeriksakan dirinya.

“Makanya kami sosialisasikan kepada lurah dan camat yang sudah mendownload untuk disosialisasikan kembali kepada masyarakat di wilayahnya,” kata Ida.

Baca Juga : Budi Hastuti Harap Masyarakat Dapat Layanan Kesehatan yang Baik

Menurut dia, jika penderita TB tidak ditangani atau diobati dengan seriusmaka akan menyebabkan kematian. Angka kematian akibat TB di Makassar berturut-turut 231 pada 2019, 156 kasus tahun 2020, dan 126 kasus tahun 2021.

Sementara, TP PKK Makassar Indira Jusuf Ismail mengatakan seluruh elemen harus terlibat aktif dalam penanggulangan dan pengendalian penyakit TB.

Salah satunya dengan menggunakan aplikasi Sobat TB dan menyiapkan kelurahan Bebas TB di Kota Makassar.

Baca Juga : Dinkes Pamerkan Mobil Dottorotta Low Carbon di Puncak HUT Kota Makassar ke-416

“Berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB,” ucap Indira.