MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mengimbau warga pesisir untuk tidak melaut.

Imbauan itu disampaikan Kalak BPBD Makassar Hendra Hakamuddin mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung hingga hari ini.
Berdasarkan rilis BMKG Makassar, gelombang air laut dengan ketinggian 1.25-2.5 meter masih terjadi di Selat Makassar bagian Selatan dengan kecepatan angin 10-40 km/jam.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
Kondisi tersebut juga terjadi di Perairan Barat Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian Utara, Teluk Bone bagian Selatan, dan Perairan Timur Kepulauan Selayar.
Terjadi juga di Laut Flores bagian Utara, Laut Flores bagian Barat, Perairan Pulau Bonerate-Kalaotoa bagian Utara, Perairan Pulau Bonerate-Kalaotoa bagian Selatan, dan Laut Flores bagian Timur.
“Jika memang ada peringatan sekaitan dengan cuaca kami pemerintah mengimbau untuk tidak melaut karena sangat mengncam jiwa,” imbau Hendra Hakamuddin, Sabtu (19/11).
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Ia juga mengingatkan seluruh warga khususnya yang tinggal di wilayah pesisir selalu memantau kondisi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Apalagi baru-baru ini, kata Hendra, BPBD baru saja mendapatkan laporan ada kapal nelayan yang mati mesin di tengah laut dan terombang-ambing ombak setinggi tiga meter.
“Jadi itu salah satu contoh potensi bahaya melaut saat cuaca buruk. Makanya kami juga ingatkan semua warga agar selalu memantau kanal resmi prakiraan cuaca biar waspada,” tuturnya.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
BPBD Makassar terus bersiaga di lokasi banjir. Puluhan personel dan peralatan resque seperti perahu karet terus disiagakan mengevakuasi korban yang terjebak banjir.

