MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada akhir Maret atau awal April 2023.

Salah satunya dengan meningkatkan koordinasi dengan beberapa instansi terkait. Seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar
Koordinasi dengan kedua instansi berlangsung di kantor masing-masing. Yakni di Kompleks PDAM Makassar, Jalan dr Sam Ratulangi, Senin (27/3).
Baca Juga : Tindaklanjuti Aduan Warga, Pemkot Makassar Bersihkan Kanal Karuwisi–Pettarani
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyampaikan meski Kota Makassar diprediksi baru akan memasuki musim kemarau pada Juni nanti namun pihaknya perlu melakukan langkah-langkah antisipatif.
“Perkiraannya di bulan Juni kita, cuma kan namanya cuaca bisa saja maju sehingga kita perlu kesiapan-kesiapan dalam menghadapi potensi bencana kekeringan,” ungkap Hendra Hakamuddin.
Ia mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau kali ini berada di bawah normal.
Baca Juga : Kapal Terbakar di Pelabuhan Paotere Makassar, Sembilan Orang Luka-Luka
Artinya, potensi bencana kekeringan sangat mungkin terjadi sehingga perlu kesiapsigaan dalam mengantisipasi terjadinya kemarau berkepanjangan.
“Atas dasar itu BPBD melakukan koordinasi ke beberapa instansi yang paling berhubungan dengan bencana kekeringan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan pada prinsipnya Damkar siap membackup tugas-tugas BPBD Makassar. Bahkan, Damkar telah menyiagakan lima unit mobil tangki dengan kapasitas 10 ribu liter dan 16 ribu liter untuk keperluan MCK masyarakat yang terdampak.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Kerahkan BPBD Makassar, Gabung Tim Perkuat Operasi SAR Cari Pesawat ATR 400
Selain membahas dampak kekeringan seperti kekurangan air. BPBD bersama Damkar juga membahas potensi bencana lainnya seperti kebakaran.
Baik itu potensi kebakaran di lapangan rumput maupun TPA Antang yang tiap musim kemarau terbakar dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Jadi apa upaya-upaya antisipasi kita itu yang dibahas bersama. Kita harus mempersiapkan betul-betul personel dan armada menghadapi potensi bencana tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga : Inovasi SALAMA: BPBD Makassar Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Edukasi VR di Sekolah
“Termasuk kita bicara tentang teknologi yaitu bagaimana kita segera memadamkan (kalau betul terjadi) TPA atau ladang rumput terbakar,” tambah Achmad Hendra Hakamuddin.
Sementara hasil koordinasi dengan PDAM, kata Achmad Hendra Hakamuddin telah disiapkan 15 unit mobil tangki berisi air bersih yang siap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Sekarang sudah kita identifikasi beberapa kecamatan yang kemungkinan terdampak musim kemarau. Sepeti Ujung Tanah, Tallo, Biringkanayya, dan Tamalanrea,” ucapnya.
Baca Juga : Inovasi SALAMA: BPBD Makassar Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Edukasi VR di Sekolah
Bahkan untuk jangka panjang, BPBD dan PDAM akan melakukan MoU terkait dengan antisipatif kebencanaan.
“Intinya adalah sebagai BUMD, PDAM akan melakukan kerja sama dalam penanganan bencana, bukan cume kekeringan tapi juga banjir atau bencana yang lain,” tuturnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi menurunnya debit air di Bendungan Lekopaccing. Lanjutnya, PDAM juga akan menurunkan pompa di Kolam Regulasi Nipa-Nipa untuk mencukupi kebutuhan air baku di Makassar.
Baca Juga : Inovasi SALAMA: BPBD Makassar Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Edukasi VR di Sekolah
“Ini hal yang penting untuk kita tahu juga karena dalam menghadapi kondisi seperti ini ada dua hal yang kita pikir solusinya. Yaitu MCK dan air untuk konsumsi,” tutupnya.

