MAKASSAR, KATABERITA.CO – Memasuki hari ke-100 masa pemerintahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Pemerintah Kota Makassar mulai menampakkan arah barunya.

Tujuh program unggulan yang menjadi janji politik pasangan ini resmi masuk tahap eksekusi awal sebuah momentum yang disebut sebagai peletakan fondasi kebijakan jangka panjang.
Munafri menegaskan bahwa 100 hari kerja bukan ajang menyelesaikan program secara instan, melainkan memastikan seluruh komponen bergerak secara sistematis dan terukur.
Baca Juga : Munafri Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
“Ini bukan lomba cepat. Ini tentang fondasi yang kokoh untuk pembangunan yang berkelanjutan. Kami memulai dari perencanaan yang matang, eksekusi yang cermat,” ujar Munafri saat diwawancarai di Balai Kota, Selasa (21/5).
Tujuh program prioritas yang dimaksud meliputi, Iuran sampah gratis, Seragam sekolah gratis, Pembangunan stadion internasional dan Instalasi air bersih gratis.
Selanjutnya, Jaminan sosial bagi warga rentan, Peluncuran aplikasi layanan publik ‘Mulia Super App’ dan Makassar Creative Hub sebagai pusat ekonomi kreatif.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD
Menurut Munafri, hampir semua program telah memasuki tahap awal pelaksanaan. Stadion internasional, misalnya, kini tengah dalam proses penyusunan masterplan dan analisis kebutuhan infrastruktur. Sementara program iuran sampah gratis sudah mulai diimplementasikan bertahap di sejumlah wilayah, menunggu kesiapan sistem pengelolaan dan database warga.
“Tidak ada program yang kami biarkan mandek. Semua jalan dengan pendekatan realistis. Bukan hanya ‘apa yang dikerjakan’, tapi juga ‘bagaimana kita mengerjakannya dengan benar’,” tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar kini tengah merampungkan laporan 100 hari kerja sebagai bentuk transparansi kepada publik. Laporan tersebut akan memuat rincian capaian, tantangan lapangan, dan proyeksi pelaksanaan di triwulan berikutnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming Terintegrasi, Libatkan Warga hingga Komunitas Lorong
Salah satu yang akan ditampilkan dalam laporan tersebut adalah progres Makassar Creative Hub yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni, digital, dan kewirausahaan generasi muda. Terletak di kawasan strategis Anjungan Pantai Losari, ruang ini didesain sebagai etalase baru untuk talenta kreatif Makassar.
“Kalau sudah siap, kita launching sekalian. Ini bukan hanya gedung, tapi ruang kolaborasi. Kita ingin publik bisa mengakses, berkegiatan, dan menumbuhkan potensi mereka di situ,” ucap Munafri.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyebut bahwa program berbasis pelayanan publik digital seperti Mulia Super App akan menjadi tulang punggung interaksi warga dan pemerintah ke depan. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan administrasi hingga aduan masyarakat.
Baca Juga : Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota
“Digitalisasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Kami ingin warga bisa mengakses layanan secara cepat dan transparan,” ujarnya.
Munafri menutup dengan menyatakan bahwa dalam sisa waktu tahun anggaran 2025, pihaknya akan memperkuat kerja kolaboratif antar-perangkat daerah dan mempercepat realisasi program prioritas, tanpa kehilangan akurasi kebijakan.
“Ini baru awal. Tapi dari awal yang benar, kita bisa menyusun lompatan besar ke depan,” tegasnya. (Jie_e)

