MAKASSAR, KATABERITA.CO, – Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang disebabkan fenomena El-Nino mulai dirasakan warga yang bermukim di wilayah utara Kota Makassar.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejauh ini ada tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem.
Diantaranya, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tallo, dan Kecamatan Ujung Tanah.
Baca Juga : BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Katimbang, 14 KK Mengungsi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyampaikan kondisi seperti itu terjadi karena tidak turun hujan sehingga sumber mata air warga berkurang.
Akibatnya, warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya.
“Disana itu unik kalau musim hujan kebanjiran, kalau kemarau kekeringan,” singkat Achmad Hendra saat diwawancarai di Hotel The Rinra, Kamis (3/8).
Baca Juga : Respon Cepat Abrasi Pantai, BPBD Makassar Tinjau Pulau Kodingareng
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus ini. Warga pun diimbau untuk menghemat air.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar, Pemkot Makassar melalui PDAM dan juga Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyiapkan mobil tangki berisi air bersih.b
“Ini kekeringan di atas normal dampak El-Nino dan telah diprediksi oleh BMKG. Makanya kita antisipasi karena puncaknya di Agustus ini,” tutupnya.

