0%
logo header
Minggu, 11 Januari 2026 08:26

BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Katimbang, 14 KK Mengungsi

BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Katimbang, 14 KK Mengungsi

Hingga pukul 23.13 WITA, tercatat sebanyak 14 kepala keluarga (KK) dengan total 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan banjir.

banner pdam

Salah satu lokasi yang dipantau berada di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, pada Sabtu (10/1) malam.

Pemantauan dimulai sejak pukul 22.42 WITA. Berdasarkan laporan personel BPBD di lapangan, ketinggian genangan air di wilayah kodam berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.

Baca Juga : Respon Cepat Abrasi Pantai, BPBD Makassar Tinjau Pulau Kodingareng

Meski demikian, akses jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi cuaca terpantau cerah dan situasi secara umum dalam keadaan aman serta terkendali.

Pemantauan lapangan dilakukan langsung oleh Personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea yang sejak awal telah bersiaga dan memonitor perkembangan kondisi di wilayah tersebut.

Baca Juga : BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir, Genangan Setinggi 50 Cm Terjadi di Jalan Paccerakang

Namun, akibat luapan air di wilayah Kodam III, sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga pukul 23.13 WITA, tercatat sebanyak 14 kepala keluarga (KK) dengan total 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang.

Adapun rincian pengungsi meliputi 19 laki-laki dewasa, 18 perempuan dewasa, empat anak laki-laki, empat anak perempuan, lima balita laki-laki, dan tiga balita perempuan.

Baca Juga : Hendra Hakamuddin, Figur Tenang di Pusaran Tiga Besar Calon Sekda Makassar

Berdasarkan data sementara, tidak terdapat bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas di lokasi pengungsian.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar menegaskan pihaknya bergerak cepat sejak awal terdeteksi adanya potensi banjir dan luapan air.

“Kami melakukan pemantauan langsung di titik-titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak boleh menunggu lama,” tegas Fadli.

Baca Juga : Satu Rumah Ludes Terbakar di Jalan Lure, Satu Warga Meninggal Dunia

“Begitu ada potensi membahayakan, kami segera hadir untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, serta menjaga kondisi tetap terkendali,” tambahnya.

Ia menegaskan, BPBD Kota Makassar akan terus bersiaga selama 24 jam dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi ke depan.

Sementara itu, Camat Biringkanaya, Juliaman, menyampaikan bahwa pihak kecamatan bersama kelurahan dan unsur kewilayahan telah mengambil langkah cepat dengan menyiapkan lokasi pengungsian sementara.

Baca Juga : Satu Rumah Ludes Terbakar di Jalan Lure, Satu Warga Meninggal Dunia

“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian yang aman. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan Kampung Siaga Bencana (KSB) agar warga yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Koordinator Data Pengungsian KSB Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, juga menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh warga terdampak terdata dengan baik.

“Kami bersama BPBD dan aparat setempat melakukan pendataan langsung di lokasi pengungsian. Data ini bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga : Satu Rumah Ludes Terbakar di Jalan Lure, Satu Warga Meninggal Dunia

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.