0%
logo header
Jumat, 23 Mei 2025 10:01

Wali Kota Makassar: Prioritaskan Mutu, Bukan Sekadar Bangku Sekolah

Wali Kota Makassar: Prioritaskan Mutu, Bukan Sekadar Bangku Sekolah

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Menekankan Langkah Jangka Pendek yang Diambil Pemkot Makassar Memetakan Kapasitas Sekolah Swasta.

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, akhirnya angkat bicara terkait polemik keterbatasan daya tampung SMP negeri jelang tahun ajaran baru 2025.

banner pdam

Lebih dari 8.000 lulusan SD di kota ini diperkirakan tidak mendapat kursi di sekolah negeri akibat ketimpangan jumlah pendaftar dengan kapasitas yang tersedia.

“Ini bukan sekadar soal angka. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Maka solusinya harus terukur, menyeluruh, dan tetap menjunjung tinggi mutu pendidikan,” tegas Munafri, Kamis (22/5).

Baca Juga : Munafri Buka Turnamen Padel REI, Dorong Kolaborasi Pemkot dan REI Perkuat Ekonomi Kota

Data dari Dinas Pendidikan mencatat, jumlah lulusan SD tahun ini mencapai 21.795 siswa, sementara daya tampung SMP negeri hanya 13.696 kursi, tersebar di 428 rombongan belajar. Artinya, sekitar 8.099 siswa harus mencari alternatif pendidikan, salah satunya melalui sekolah swasta.

Munafri menekankan bahwa langkah jangka pendek yang diambil Pemkot Makassar adalah memetakan kapasitas sekolah swasta yang bersedia dan mampu menampung siswa kelebihan kuota. Namun ia mengingatkan bahwa orientasi penyelesaian tidak boleh sekadar pada jumlah.

“Kami tidak bisa sekadar menyebar siswa ke sekolah swasta tanpa memastikan kualitas pendidikan di sana. Harus ada standarisasi kualitas yang sama, baik negeri maupun swasta,” ujarnya.

Baca Juga : Terima KKDB, Wali Kota Appi Ajak Kolaborasi Atasi Sampah dari Rumah, Jadi Sumber Ekonomi

Menurutnya, persepsi orang tua yang ragu terhadap sekolah swasta harus dijawab dengan peningkatan mutu, mulai dari tenaga pendidik hingga sarana penunjang.

Terkait solusi jangka panjang, Munafri menyatakan Pemkot tidak menutup kemungkinan untuk membangun sekolah negeri baru, khususnya di kawasan padat penduduk. Namun, pembangunan itu tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kalau memang harus membangun sekolah, kita kaji dulu secara komprehensif. Harus berdasarkan data kebutuhan riil dan proyeksi pertumbuhan siswa,” ucapnya.

Baca Juga : Porseni HUT ke-81 RI, Munafri Tekankan Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar. Menurut Munafri, satu rombel seharusnya tetap ideal pada angka maksimal 32 siswa.

“Kalau dipaksa lebih dari itu, ya bukan belajar namanya. Itu cuma memindahkan masalah ke ruang kelas,” ujarnya lugas.

Munafri memastikan, Pemkot Makassar bersama Dinas Pendidikan dan stakeholder lainnya akan terus mencari solusi terbaik agar seluruh anak usia sekolah bisa tetap belajar tanpa hambatan.

Baca Juga : Munafri Dorong RT/RW Bangun Siklus Integrasi Sampah, Urban Farming, dan Ekonomi Warga

“Komitmen kami jelas: tak boleh ada anak Makassar yang terpinggirkan dari pendidikan hanya karena persoalan kapasitas. Ini adalah hak dasar yang harus dijamin negara,” tegasnya. (Jie_e)