0%
logo header
Jumat, 28 Agustus 2026 11:16

BI dan Pemprov Sulsel Perkuat Hilirisasi Lewat SSIC 2026

BI dan Pemprov Sulsel Perkuat Hilirisasi Lewat SSIC 2026

Lima proyek yang masuk tahap final SSIC 2026

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) mendorong percepatan hilirisasi dan investasi berkelanjutan melalui pelaksanaan Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.

banner pdam

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan” tersebut digelar di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/8).

SSIC 2026 diarahkan untuk menghasilkan proyek investasi daerah yang layak, siap ditawarkan kepada investor, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Gandeng Buyer Asing, Tujuh UMKM Sulsel Amankan Kesepakatan Ekspor di KKI 2026

SSIC merupakan program tahunan Forum PINISI SULTAN yang telah dilaksanakan sejak 2021.

Pada 2026, tahapan SSIC diawali dengan seleksi Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) yang berlangsung pada Mei hingga Juni.

Dari tahapan tersebut, terjaring 22 usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari 21 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten/kota.

Baca Juga : QRIS Genap 7 Tahun: BI Sulsel Pacu Perluasan Transaksi Ekonomi Digital

Selanjutnya, dilakukan verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Proses tersebut menghasilkan lima proyek unggulan yang dipresentasikan dan didalami di hadapan Dewan Juri pada Final SSIC 2026.

Lima proyek yang masuk tahap final terdiri atas Industri Minyak Ikan Andalan dari Kabupaten Sinjai, Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru, Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto, Industri Tepung Beras dari Kabupaten Sidrap, serta Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi dari Kabupaten Toraja Utara.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, selaku Pembina Forum PINISI SULTAN, dalam kesempatan tersebut diwakili Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat.

Baca Juga : BI-BOTASUPAL Sulsel Musnahkan Ribuan Lembar Uang Rupiah Palsu

Rizki–sapaan akrabnya–menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis, pemerintah kabupaten/kota, project owner, Dewan Juri, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan SSIC 2026.

“Kelima finalis yang berhasil mencapai tahap akhir merupakan bagian dari pipeline proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan. Ke depan, proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Rizki.

Sementara itu, Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, A Darmawan Bintang, menegaskan SSIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

“SSIC bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong investasi serta hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Selatan,” tegas Darmawan.

Final SSIC 2026 turut dihadiri sejumlah pimpinan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, di antaranya Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh. Hadir pula para kepala DPMPTSP provinsi, kabupaten/kota, serta kepala OPD terkait.

Pada tahap final, kelima finalis mempresentasikan proyek investasi unggulannya di hadapan Dewan Juri yang terdiri atas Prof. Marsuki, DEA., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin; Asrul Sani, S.H., M.Si., Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan; dan Tata Sumirat, Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

Setiap finalis mengikuti sesi tanya jawab untuk mendapatkan pendalaman dan masukan dari Dewan Juri. Proses tersebut tidak hanya bertujuan menentukan proyek terbaik, tetapi juga meningkatkan kelayakan, kesiapan, dan daya tarik proyek agar semakin siap ditawarkan kepada investor serta memperoleh dukungan pembiayaan.

Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, ditetapkan tiga IPRO terbaik SSIC 2026. Industri Minyak Ikan dari Kabupaten Sinjai meraih IPRO Terbaik I, disusul Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru sebagai IPRO Terbaik II, dan Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto sebagai IPRO Terbaik III.

Dalam sambutan penutupnya, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, menegaskan penghargaan yang diberikan kepada para pemenang bukan merupakan akhir dari proses pengembangan proyek investasi.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi,” tukas Firman.

“Realisasi investasi tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan nyata. Dari potensi menjadi proyek, dari proyek menjadi investasi, dan dari investasi menjadi kesejahteraan,” tambahnya.

Ke depan, proyek-proyek yang dihasilkan melalui SSIC 2026 akan terus diperkuat, khususnya dari aspek kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, ketersediaan infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, serta kelayakan finansial.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

Strategi promosi investasi juga akan diarahkan secara lebih terfokus dengan mempertimbangkan karakteristik setiap proyek, profil calon investor, mitra strategis, dan sumber pembiayaan yang sesuai.

BI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui PINISI SULTAN berkomitmen melanjutkan fasilitasi pengembangan dan promosi proyek investasi melalui market sounding, business matching, forum promosi investasi, serta perluasan jejaring dengan calon investor dan mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu upaya tersebut akan dilakukan melalui Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kota Makassar.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

Pelaksanaan SSIC diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat ekosistem pengembangan investasi daerah.

Hilirisasi yang didorong melalui SSIC diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan di daerah, memperluas kesempatan kerja, mengembangkan UMKM lokal, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui semangat kolaborasi PINISI SULTAN, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal proyek-proyek unggulan agar tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat direalisasikan menjadi investasi yang produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Capaian Fantastisnya

Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan dan destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (*/Ira)