MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ketersediaan stok tabung gas LPG 3 kg di Kota Makassar Sulawesi Selatan masih terpantau aman.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ketika meninjau Pangkalan LPG SPBU Ratulangi, Selasa (10/10) kemarin.
Peninjauan itu dilakukan menindaklanjuti adanya isu kelangkaan tabung gas LPG 3 kg di masyarakat.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Saat Sambut Rakernas BAMAGNAS
Apalagi LPG merupakan kebutuhan dasar rumah tangga, Danny Pomanto khawatir isu kelangkaan tabung bersubsidi bisa memicu terjadinya inflasi yang kondisinya saat ini cukup terkendali.
“Setelah diskusi dengan pihak Pertamina ternyata persoalannya tidak seperti itu. Stok cukup dan suplai cukup lancar dan tidak ada alasan tidak lancar,” kata Danny Pomanto.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying sebab stok tabung gas bersubsidi di Kota Maksssar masih aman.
Baca Juga : Pemkot Makassar Resmi Hentikan Open Dumping di TPA Tamangapa, Mulai 1 Agustus Hanya Terima Sampah Residu
“Cuma memang sistem penyalurannya itu mesti disempurnakan lagi. Termasuk memproteksi bagi orang-orang yang tidak layak atau tidak berhak menerima tabung gas bersubsidi inu,” tutupnya.
Untuk memastikan tabung LPG 3 kg tepat sasaran maka Pemkot Makassar akan ikut membantu mengontrol pendistribusian gas LPG hingga ke masyarakat.
“Pertama harus tepat sasaran, di mana masyarakat yang memang dalam syarat subsidi itu menjadi sasaran,” ujarnya.
Baca Juga : Pantau MPLS 2026, Wali Kota Appi Pastikan Hari Pertama Sekolah di Makassar Berjalan Lancar
Kedua, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal di luar dari peruntukannya.
“Saya mengimbau dengan kesadaran penuh kepada pelaku usaha untuk menggunakan LPG biasa dalam menjalankan bisnisnya,” tutur Danny Pomanto.
Tidak hanya bagi pelaku usaha, Danny Pomanto juga tegas melarang ASN lingkup Pemkot Makassar untuk tidak menggunakan tabung gas LPG bersubsidi.
Baca Juga : Munafri Beri Teladan GAMAS, Antar Putrinya pada Hari Pertama Sekolah
“Saya sudah memberikan keputusan bahwa ASN dilarang keras memakai tabung gas LPG 3 kg, yang bersubsidi,” tegasnya.

