MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ketersediaan stok tabung gas LPG 3 kg di Kota Makassar Sulawesi Selatan masih terpantau aman.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ketika meninjau Pangkalan LPG SPBU Ratulangi, Selasa (10/10) kemarin.

Peninjauan itu dilakukan menindaklanjuti adanya isu kelangkaan tabung gas LPG 3 kg di masyarakat.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Unjuk Skill Memasak, Raih Juara I Lomba Masak Antar Kepala Daerah di HUT ke-357 Sulsel
Apalagi LPG merupakan kebutuhan dasar rumah tangga, Danny Pomanto khawatir isu kelangkaan tabung bersubsidi bisa memicu terjadinya inflasi yang kondisinya saat ini cukup terkendali.
“Setelah diskusi dengan pihak Pertamina ternyata persoalannya tidak seperti itu. Stok cukup dan suplai cukup lancar dan tidak ada alasan tidak lancar,” kata Danny Pomanto.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying sebab stok tabung gas bersubsidi di Kota Maksssar masih aman.
Baca Juga : Kenal Pamit Kapolda Sulsel, Wali Kota Makassar Apresiasi Djuhandani dan Sambut Awal Chairuddin
“Cuma memang sistem penyalurannya itu mesti disempurnakan lagi. Termasuk memproteksi bagi orang-orang yang tidak layak atau tidak berhak menerima tabung gas bersubsidi inu,” tutupnya.
Untuk memastikan tabung LPG 3 kg tepat sasaran maka Pemkot Makassar akan ikut membantu mengontrol pendistribusian gas LPG hingga ke masyarakat.
“Pertama harus tepat sasaran, di mana masyarakat yang memang dalam syarat subsidi itu menjadi sasaran,” ujarnya.
Baca Juga : Munafri Paparkan Inovasi Gunung Sari dalam Penilaian Kelurahan Berprestasi 2026
Kedua, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal di luar dari peruntukannya.
“Saya mengimbau dengan kesadaran penuh kepada pelaku usaha untuk menggunakan LPG biasa dalam menjalankan bisnisnya,” tutur Danny Pomanto.
Tidak hanya bagi pelaku usaha, Danny Pomanto juga tegas melarang ASN lingkup Pemkot Makassar untuk tidak menggunakan tabung gas LPG bersubsidi.
Baca Juga : Munafri Dorong Event Besar di Makassar Beri Dampak Ekonomi bagi UMKM
“Saya sudah memberikan keputusan bahwa ASN dilarang keras memakai tabung gas LPG 3 kg, yang bersubsidi,” tegasnya.

