0%
logo header
banner dprd makassar
Selasa, 25 Oktober 2022 20:34

Sosialisasi Perda Soal BPR, Imam Musakkar Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Dana BPR

Sosialisasi Perda Soal BPR, Imam Musakkar Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Dana BPR

Anggota DPRD Kota Makassar Imam Musakkar Beri Sambutan Acara Sosialisasi Perda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah BPR Makassar Menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas BPR Kota Makassar, di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Selasa (25/10).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah BPR Makassar Menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas BPR Kota Makassar, di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Selasa (25/10).

Pada kesempatan itu, Imam Musakkar mempersilahkan masyakarat mengajukan dana pinjaman ke Badan Perkreditan Rakyat (BPR). Terlebih bagi mereka yang memiliki usaha. Ia ingin pelaku usaha memanfaatkan kehadiran BPR.

Apalagi, kata Imam–sapaan akrabnya, BPR saat ini tengah gencar menyalurkan pinjaman modal ke masyarakat. Semua jenis usaha apapun dipastikan bisa dapat pinjaman asal sesuai kriteria.

Baca Juga : Rudianto Lallo Sebut GSSB Kegiatan Positif, DPRD Makassar Siap Dukung Pemerintah Kota

“Apabila ada usaha yang bergerak atau sementara pembangunan, insya Allah ada agunan dan bisa dilhat nanti bagaimana caranya mengajukan,” kata Imam Musakkar.

Legislator dari Fraksi PKB ini juga menyampaikan kehadiran BPR sesuai Perda ini untuk mensejahterakan masyakarat. Olehnya, ia meminta masyakarat untuk memanfaatkannya.

Begitu juga demi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, mendorong pembangunan daerah lebih maju untuk lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga : Rudianto Lallo Masif Konsolidasi Calon Pengurus IKA Unhas Makassar Jelang Pelantikan

“Asas maksud dan tujuan terbentuknya, berasaskan ekonomi demokrasi dan membantu perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang,” ujar Imam.

“Jadi sebagai sumber PAD juga dan tentu tidak lain untuk meningkatkan taraf hidup masyakarat juga,” ungkap Anggota Komisi C Bidang Pembangunan ini.

Baca Juga : Dukung Pengembangan Pariwisata, Walikota Apresiasi DPRD Makassar di Momen Paripurna

Sementara itu, Direktur Utama BPR, Quraini menyampaikan saat ini pihaknya memang lebih mendorong masyakarat untuk mengajukan pinjaman. Adapun total penyaluran kredit sejauh ini telah mencapai Rp11 Miliar.

“Alhamdulillah kami sudah memiliki aset 20 RpMiliar. Dan kredit yang kami salurkan 11 M, ini berkat pak Wali Kota yang betul betul ingin melihat usaha sehat,” jelasnya.

Untuk itu, Quraini juga mempersilahkan masyakarat untuk meminjam modal usaha ke BPR. Adapun yang bisa diajukan ialah mulai Rp5 juta sesuai jenis usaha dan kekayaan bersihnya.

Baca Juga : Pemkot-DPRD Makassar Sepakati Rancangan KUA-PPAS APBD 2023

“Jadi ingin nambah modal, antar satu juta sampai 5 juta dengan suku bunga 1,5 persen itu kami lakukan di pasar-pasar seperti Pasar Niaga Daya,” ujar Quraini.

“Kemudian syaratnya itu punya usaha produktif dan berjalan 6 bukan. Juga kami punya kredit untuk karyawan dan waktunya bisa 7 tahun. Kalau ASN itu bisa sampai 200 juta,” tambahnya.

Terakhir, Analis Bank Sulselbar, Andi Chintia Dewi Karina menjelaskan bahwa bank pada umumnya telah punya fasilitas peminjaman modal. Apalagi BPR yang memang berfokus pada perkreditan.

Baca Juga : Pemkot-DPRD Makassar Sepakati Rancangan KUA-PPAS APBD 2023

“Produk perbankan, yang ada di BPR itu pinjaman, selanjutnya adalah ada kredit investasi, ada KUR,” jelas Quraini.

“Kredit usaha rakyat itu adalah program pemerintah yang disalurkan melalui badan keuangan dengan pola peminjaman. Ada kriterianya untuk pengajuan berdasarkan kekayaan bersih,” tutupnya. (*)