MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan menyatakan kesiapannya mendukung program Pemkot Makassar untuk menciptakan lorong wisata berbasis kemandirian pangan.

Hal ini diungkapkan dalam seminar Urban Farming yang digelar Pemuda Tani HKTI Sulsel dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota, Fatmawati Rusdi di Hotel Almadera, Senin (5/6).
“Kegiatan ini berkesesuaian dengan program pemerintah dengan pemanfaatan lahan keluarga selain memberikan kemandirian pangan juga dapat bernilai ekonomi,” ungkap Fatmawati Rusdi.
Baca Juga : GPIB Bukit Zaitun Dukung Program Pemilahan Sampah Pemkot Makassar
Sebelumnya telah terbentuk 1.096 lorong wisata, dengan mengerahkan seluruh OPD untuk melakukan pendampingan dan didukung dengan partisipasi masyarakat.
Seperti halnya dengan sayuran pakcoy yang saat ini dikembangkan di lorong wisata, selain itu juga untuk dikonsumsi.
Katanya, pakcoy juga dapat dijadikan juice, keripik, dan berbagai olahan lainnya. Berbagai hasil olahan itu dikawal berbagai OPD, mulai perizinan-perizinan, dilakukan pula pelatihan hingga pemasaran.
Baca Juga : Tinjau Urban Farming Tallo, Munafri: Lahan Terbatas Bisa Jadi Sumber Penghasilan
Ketua DPD Pemuda Tani HKTI Sulsel Rachmat Sasmito menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh guna menyukseskan program lorong wisata.
“Sesuai dengan tema kita hari ini, solusi pertanian perkotaan gaya hidup dan bisnis, sejalan dengan terobosan yang dilakukan Pemkot Makassar. Kami dari pemuda tani akan turut andil menyukseskan program tersebut,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber yakni Dewan Pakar Pemuda Tani HKTi Sulsel, Marhamah Nadir, Pengurus Pemuda Tani HKTI Sulsel, DR Muhammad Syahid, dan dosen ilmu gizi FKM Unhas, DR Nurzakiah Hasan.
Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare
Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Mahyuddin dan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Makassar, Evy Aprialty.

