MAKASSAR, KATABERITA.CO – Tahapan seleksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Makassar masih terus berlanjut.

177 calon direksi dan dewan pengawas yang telah lulus seleksi administrasi, selanjutnya menjalani tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Tim UKK yang melibatkan akademisi dan pakar yang berpengalaman. Seperti Prof Aswanto, Mantan Wakil Ketua MK RI 2018–2021.
Baca Juga : Perkuat Mitigasi, Pemkot Makassar Bentuk Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea
Hudli Huduri, Regional Manager PT Panin Bank Kawasan Timur Indonesia; Prof Batara Surya, Rektor Universitas Bosowa.
Dr Muhammad Idris, Mantan Sekda Sulawesi Barat; serta Nur Kamrul Zaman, Mantan Birokrat Pemkot Makassar.
Tahapan UKK berlangsung selama dua hari. 30 Agustus untuk calon direksi yang diikuti 76 peserta, dan pada 31 Agustus diikuti sebanyak 101 orang peserta calon dewan pengawas.
Kepala Bagian Ekbang Kota Makassar, Muh Amri Maula menjelaskan bahwa tahapan ini menjadi bagian penting dalam menyeleksi calon pimpinan BUMD secara profesional dan transparan.
“Tes yang berlangsung selama dua hari ini difokuskan pada aspek psikologi, tim penguji dari Universitas Negeri Makassar (UNM),” jelas Amri, Minggu (31/8).
Ada lima formasi BUMD yang dibuka. Yaitu PDAM, PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, PD Terminal Makassar Metro, dan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Guru Mengaji, Pemkot Makassar Siapkan Skema JHT
Setelah tahapan tes psikologi, proses seleksi akan dilanjutkan ke tahap ujian makalah yang jadwalnya segera diumumkan.
Tahapan terakhir yaitu wawancara langsung bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin selaku Kuasa Pemegang Mandat (KPM).
“Tahapan akhir berupa wawancara langsung bersama Wali Kota Makassar,” tuturnya.
Baca Juga : TAPD Godok 16 Program Strategis, Pembangunan Stadion Untia Hingga Penataan Karebosi Masuk Prioritas
Seleksi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola BUMD agar mampu menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan pelayanan publik.
“Semua proses kami lakukan secara berjenjang agar benar-benar melahirkan sosok direksi dan dewan pengawas yang berkualitas,” tutupnya.

