0%
logo header
Rabu, 28 Mei 2025 12:39

Perahu Lakkang ke Tangga ASN: Perjalanan Zulkifly Nanda Duduk di Kursi Sekda Makassar

Perahu Lakkang ke Tangga ASN: Perjalanan Zulkifly Nanda Duduk di Kursi Sekda Makassar

Zulkifly Nanda Sebut, Pelantikan Ini adalah Babak Baru dari Sebuah Perjalanan Panjang yang Ditempuh dengan Kerja, Kesabaran, dan Dedikasi.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Di tengah deretan pejabat dan tamu undangan yang memadati Balai Kota Makassar pada Rabu 28 Mei 2025, satu nama disebut dengan penuh hormat dan harapan Andi Zulkifly Nanda.

banner pdam

Zulkifly Nanda, resmi dilantik oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif menandai berakhirnya masa transisi panjang selama 17 bulan sejak jabatan itu kosong.

Namun, bagi Zulkifly, momen ini bukanlah sekadar pencapaian karier. Menurutnya, ini adalah babak baru dari sebuah perjalanan panjang yang ditempuh dengan kerja keras, kesabaran, dan dedikasi yang konsisten.

Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya

“Alhamdulillah, prosesi pelantikan telah selesai. Saya akan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, sesuai kepercayaan dari Pak Wali dan Ibu Wawali,” ucap Zulkifly, dengan nada tenang tapi penuh tekad.

Awal yang Sederhana di Lakkang

Dua dekade lalu, nama Zulkifly mungkin belum dikenal luas. Ia memulai pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) usai menamatkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Baca Juga : Konjen Jepang Puji Kepemimpinan Munafri, Makassar Raih Kinerja Pemerintahan Terbaik Nasional

Posisi pertamanya adalah Kasubag Keuangan dan Perlengkapan di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada tahun 2005.

Namun, langkah besar pertamanya datang saat ia ditugaskan sebagai Lurah di Kelurahan Lakkang, sebuah pulau kecil di timur laut Makassar yang dipisahkan sungai, jauh dari pusat pemerintahan kota.

Banyak yang enggan ditugaskan di tempat seperti itu, tapi tidak baginya. Justru di sanalah Zulkifly menemukan makna pelayanan publik yang sesungguhnya.

Baca Juga : Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Makassar

“Lakkang adalah guru pertama saya dalam memahami masyarakat,” ujarnya mengenang.

“Di sana saya belajar mendengar lebih banyak, dan bicara lebih sedikit.”

Ia tinggal dan membaur bersama warga, memahami kehidupan pesisir, mengurus infrastruktur dasar, bahkan mengantar warga yang sakit dengan perahu.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Dua tahun penuh ia jalani masa itu, sebelum kembali ke kota dan diamanahi jabatan sebagai Lurah Panaikang, lalu terus menapaki tangga birokrasi satu per satu.

Dari Kecamatan ke Dinas Strategis

Karier Zulkifly berkembang pesat berkat ketekunan dan reputasinya yang bersih. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Wajo dan Biringkanaya.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Lalu Camat Ujung Pandang, jabatan yang mempertemukannya dengan dinamika urban yang lebih kompleks.

Tak lama, ia dipercaya masuk ke level dinas mulai dari Sekretaris Dinas Pertanahan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, hingga akhirnya menakhodai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar.

Bappeda adalah institusi krusial yang menentukan arah pembangunan kota. Di sini, Zulkifly memperlihatkan kapasitas perencanaan jangka panjang yang matang.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Ia memimpin penyusunan dokumen strategis, mengawal proyek-proyek prioritas, dan menjembatani kebijakan antar sektor.

Di masa kepemimpinan Danny Pomanto hingga Munafri Arifuddin, Zulkifly selalu menjadi birokrat kepercayaan karena kemampuannya mengelola dinamika lintas instansi dengan elegan.

Akademisi di Balik Meja Birokrasi

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Tak hanya dikenal sebagai birokrat santun, Zulkifly juga adalah seorang akademisi. Ia meraih gelar doktor di bidang Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin, dan lulus dengan predikat cum laude.

Ini bukan sekadar prestasi akademik, tapi juga cerminan semangat belajar dan integritas intelektual yang ia pegang.

Banyak kebijakan yang ia dorong lahir dari sintesis antara teori dan praktik.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

“Bagi saya, birokrasi tidak boleh statis. Ia harus berpikir, menganalisis, dan berinovasi,” ujarnya saat diwawancarai dalam sebuah seminar kebijakan publik tahun lalu.

Kehidupan Pribadi yang Menginspirasi

Di balik kesibukan sebagai ASN dan Pejabat Pemkot Makassar, Zulkifly tetap menjaga perannya sebagai suami dan ayah.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Ia menikah dengan Fatmawati, seorang legislator DPRD Sulawesi Selatan yang juga dikenal aktif memperjuangkan isu-isu perempuan dan keluarga.

Bersama, mereka membesarkan tiga buah hati, A Rofi’i Zahran, A Muh Asyam, dan A Tenri Insyira, dalam nuansa nilai dan pengabdian.

Keluarga kecil ini menjadi sumber semangat sekaligus penyeimbang dalam perjalanan panjang Zulkifly di ranah publik.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Mewakili Semangat ASN Sejati

Pelantikan Zulkifly sebagai Sekda Kota Makassar menandai bukan hanya akhir dari kekosongan jabatan strategis, tetapi juga kebangkitan semangat baru dalam birokrasi Kota Daeng.

Wali Kota Munafri dalam sambutannya mengatakan fungsi sentral Sekda akan memberikan kemampuan tata kelola yang kuat.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

“Harapan kita besar, karena tantangan kita juga besar,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi, loyalitas, dan percepatan pelayanan.

“Tata kelola tidak bisa berjalan parsial. Harus kolaboratif dan berpihak pada masyarakat.” tandas Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Kepercayaan yang diberikan kepada Zulkifly bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pengakuan atas integritas, pengalaman, dan kapasitasnya sebagai figur transformatif di tubuh ASN Makassar.

Dari Rakyat, Bersama Rakyat, Untuk Rakyat

Zulkifly bukan sosok yang melesat karena koneksi, melainkan karena konsistensi. Dari lorong-lorong sempit di Pulau Lakkang hingga lorong-lorong keputusan penting di Balai Kota, ia menapaki jalannya dengan langkah pasti.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Kini, sebagai Sekda definitif di usia 44 tahun, ia menjadi simbol ASN modern, berwawasan, teruji di lapangan, dan berpihak pada pelayanan publik yang inklusif.

“Ini bukan tentang saya, bukan tentang jabatan. Ini tentang bagaimana kita bisa hadir sebagai pelayan, bukan dilayani,” ujar Zulkifly.

Menutup hari pelantikannya dengan senyum sederhana seperti langkah pertamanya dua puluh tahun lalu, yang dimulai dari pulau kecil bernama Lakkang. (Jie_e)