MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama di wilayah utara Makassar yang kerap mengalami kendala distribusi.

Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin untuk menyediakan sambungan air bersih gratis bagi warga yang membutuhkan.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Munafri Arifuddin saat membuka MaKaPro (Makassar City & Kawasaki City Technical Cooperation Projects) Wrap Up Seminar, di Hotel Aston, Kamis (7/8).
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
Seminar ini menjadi penutup kolaborasi teknis selama tiga tahun antara Pemkot Makassar, Pemerintah Kota Kawasaki (Jepang), dan JICA Indonesia dalam upaya memperkuat tata kelola air bersih.
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan dalam waktu dekat pemerintah kota akan segera membangun jaringan pipa baru menuju Kawasan Pontiku, Kecamatan Bontoala.
Itu dilakukan setelah proses perizinan Pemkot Makassar dari Balai Jalan rampung.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Instruksikan Camat dan Lurah Aktifkan Poskamling Pascamaraknya Geng Motor di Makassar
Menurut Munafri, wilayah utara kota telah lama menghadapi ketimpangan dalam ketersediaan air bersih.
“Sudah ada penyambungan pipa baru untuk wilayah timur Makassar. Tinggal menunggu izin dari Balai Jalan agar kita bisa mengakses sambungan ke Pontiku dan memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita di wilayah utara. Ini sudah bertahun-tahun jadi masalah,” ungkap Munafri.
Program ini merupakan wujud janji politik Munafri Arifuddin bersama Aliyah Mustika Ilham saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada Pilkada 2024 lalu.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
Sebelumnya, program pemasangan sambungan air bersih gratis telah dimulai, antara lain di lorong-lorong Jalan Monumen Emmy Saelan, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini.
Program ini diinisiasi Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.

