MAROS, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan 9 hektar lahan perkuburan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Lokasinya berada di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Maros.
Pemkot Makassar telah menyiapkan anggaran Rp25 miliar untuk pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Baca Juga : River Screening Machine Jadi Andalan DLH Makassar pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Sebab saat ini kondisi lahan perkuburan di TPU Sudiang Biringkanayya milik Pemkot Makassar sudah overload.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto turun langsung meninjau lahan yang akan dijadikan TPU di Kabupaten Maros, Jumat (17/2) kemarin.
“Tempatnya bagus, bebas banjir,” singkat Danny Pomanto.
Baca Juga : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Makassar Dorong Gerakan Kolektif Jaga Lingkungan
Meski dianggap masih kurang, tapi Danny Pomanto berharap bisa menambah luasan lahan perkuburan hingga 50 hektar sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang 20-30 tahun akan datang.
Meski begitu, Danny Pomanto merasa tidak masalah dengan lahan perkuburan yang baru mencapai 9 hektar karena diharapkan ada perluasan nantinya.
Pun Pemkot Makassar akan membuat TPU dengan konsep yang lebih bagus, rapi, dan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Begitu juga dengan jalan menuju ke pemakaman dan fasilitas umum (fasum) lainnya yang bakal direncanakan.
“Kita bikin rumah masa depan yang rapi betul, apalagi saya lihat tanahnya memenuhi. Saya coba lihat, bagaimana jika pengembangan. Kalau misalnya kita bisa hibah jalan supaya jalannya bagus dan masyarakat tidak terganggu jadi mesti dilebarkan,” ucapnya.
Termasuk, kata Danny Pomanto harus ada masjid, yang akan dibuat dan diserahkan sebagai fasum untuk warga Tammu-tammu.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
Meski secara resmi dan masih berproses, tetapi dia mengaku lahan baru itu sudah cocok.
“Tempatnya saya sudah oke. Apalagi dukungan masyarakat luar biasa. Kita analisis terlebih dahulu karena butuh proses. Misalnya, harga yang harus ada diappraisal; tim penilai, independen, jadi ini masih proses,” akunya.
Apalagi para tokoh masyarakat juga setuju dan mendukung dengan adanya pemakaman umum ini.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
“Menariknya karena tokoh-tokoh masyarakat juga ikut mendukung dan mereka meminta bahwa di blok makam itu ada pula untuk warga Tammu-tammu. Saya siap, tidak ada masalah karena kita saling memberi manfaat,” tutup Danny Pomanto.

