0%
logo header
Minggu, 19 September 2021 11:55

Pembangunan Tahap II Bendung Lalengrie Bone Capai 85%

Pembangunan Tahap II Bendung Lalengrie Bone Capai 85%

Pembangunan tahap II Bendung Lalengrie di Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sudah mencapai 85%

BONE, KATABERITA.CO – Progres pembangunan tahap II Bendung Lalengrie di Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sudah mencapai 85%.

banner pdam

Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan ini terbagi menjadi dua tahap pengerjaan.

Tahap pertama berupa pengerjaan bendung dan jaringan senilai Rp21,5 miliar. Progresnya sudah rampung atau mencapai 100%.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Kebut Proyek Jalan Multi Years, Progres Hertasning 63%

Sedangkan, tahap II berupa pengerjaan reservoir dan jaringannya dengan anggaran Rp41,9 miliar sudah mencapai 85%.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyebut jika pembangunan tahap II Bendung Lalengrie rampung, pemanfaatannya dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Makanya kita minta dukungan seluruh masyarakat setempat untuk mendukung penyelesaian bendung ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (19/9).

Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare

Secara keseluruhan, Bendung Lalengrie dapat mengairi 1.100 hektar sawah. Namun pengerjaan tahap I dan II baru bisa mengairi 700 hektar.

Hal itu dikarenakan masih ada pekerjaan lanjutan untuk menghubungkan daerah irigasi pada bagian bawah.

“Rencananya pembangunan bendung ini dilanjutkan pada 2022 untuk perampungan reservoir dan kolam isap,” ujar dia.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Respons Dugaan Perkawinan Anak di Luwu, DP3ADaldukKB Lakukan Pendalaman Kasus

Dia berharap kerjasama semua pihak untuk mempercepat proyek ini. Sebab pembangunan ini paling dibutuhkan petani di Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone

“Bendung ini dapat menjadi aset provinsi untuk irigasi teknis bagi masyarakat sekitar, dengan harapan bisa meningkatkan produksi hasil pertanian,” beber dia.