0%
logo header
Selasa, 07 April 2026 19:09

Munafri Arifuddin Tinjau Pembebasan Lahan Jembatan Kembar Barombong, Target Rampung Juni 2026

Munafri Arifuddin Tinjau Pembebasan Lahan Jembatan Kembar Barombong, Target Rampung Juni 2026

Pemerintah Kota Makassar mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan kembar Barombong di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Tahapan ini ditargetkan rampung pada Mei hingga Juni 2026.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan kembar Barombong di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Tahapan ini ditargetkan rampung pada Mei hingga Juni 2026.

banner pdam

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau lokasi proyek pada Selasa (7/4) guna memastikan progres berjalan sesuai rencana.

“Hari ini kami melihat langsung progres pembebasan lahan untuk jembatan Barombong agar bisa mengurai kemacetan di wilayah ini,” ujarnya.

Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas

Pemkot Makassar telah membentuk tim pengadaan tanah, menunjuk tim appraisal untuk menentukan nilai ganti rugi, serta melakukan verifikasi dokumen kepemilikan lahan.

Proses pembebasan dilakukan secara bertahap, mulai dari negosiasi hingga pembayaran kepada warga yang berhak.

Secara keseluruhan, luas lahan yang dibebaskan diperkirakan kurang dari 3 hektare dengan panjang proyek sekitar 800 meter.

Baca Juga : Dishub Makassar Fokus Tekan Kemacetan Lewat Tertib Berlalu Lintas

Pembiayaan pembebasan lahan bersumber dari APBD Kota Makassar.

Munafri menjelaskan, koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Bina Marga dan pihak terkait guna memastikan titik pembangunan sesuai desain akhir dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Koordinat pembangunan harus sesuai dengan desain akhir yang disiapkan oleh Bina Marga Provinsi,” jelasnya.

Baca Juga : Ganggu Ketertiban Umum, Wali Kota Munafri Tegur Pedagang Pasar Tumpah di Tello Baru

Proyek jembatan kembar Barombong merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Balai Jalan Nasional. Setelah pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik akan dilanjutkan oleh pemerintah provinsi.

Munafri menegaskan, proyek ini menjadi prioritas karena dinilai mampu meningkatkan konektivitas serta mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah selatan dan barat Kota Makassar.

“Kami di kota berperan dalam pembebasan lahan sebagai landasan pembangunan. Mudah-mudahan selesai pada Juni,” katanya.

Baca Juga : Pengamat Nilai Aksi Appi Atur Lalin Bukti Nyata Serius Atasi Kemacetan di Makassar

Pembangunan jembatan Barombong juga telah masuk dalam daftar prioritas di Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera direalisasikan.

Dengan percepatan yang dilakukan, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

“Jika pembebasan lahan selesai, setelah itu akan dilanjutkan pembangunannya oleh pihak Provinsi. Ini merupakan prioritas pertama di kementerian untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan Barombong ini,” tutup Munafri. (*)