MAKASSAR, KATABERITA.CO – Progres pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar menunjukkan peningkatan signifikan.

Dalam dua hingga tiga pekan setelah penguatan teknis pendataan, Makassar naik dari peringkat 38 menjadi peringkat 20 dari 43 kabupaten/kota yang mengikuti piloting nasional.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta jajaran pemerintah kota serius mengawal keberadaan Agen Perlinsos atau Agen Perisai yang bertugas membantu masyarakat melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pada Portal Perlinsos Digital.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak
Menurut Munafri, keberadaan agen harus dioptimalkan hingga tingkat kelurahan, RT/RW agar akses masyarakat terhadap layanan pendataan semakin mudah.
“Ini menjadi contoh di Indonesia, Makassar salah satu masuk di Indonesia yang jalan program, dan gongnya Makassar dipilih kerjakan,” ujar Munafri, Selasa (1/9).
Ia meminta camat, lurah, serta RT/RW memastikan agen yang telah dibentuk benar-benar aktif dan tidak sekadar tercatat secara administratif.
Baca Juga : Munafri Buka Turnamen Padel REI, Dorong Kolaborasi Pemkot dan REI Perkuat Ekonomi Kota
“Kita berharap, pelaksanaan piloting Perlinsos Digital di Makassar dapat berjalan optimal dan menjadi model yang menunjukkan kesiapan pemerintah berbasis data yang lebih akurat, mudah diakses, dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Andi Bukti Djufrie mengatakan peningkatan peringkat tersebut tidak lepas dari kerja camat, lurah, hingga RT/RW yang terlibat langsung dalam pendataan.
“Per tanggal 1 Agustus, kita berada di posisi 38 dari 43. Setelah kita laksanakan pertemuan teknis bagaimana pendataan ini. Alhamdulillah saat ini, kita sudah bisa naik ke peringkat 20,” ujarnya.
Baca Juga : Terima KKDB, Wali Kota Appi Ajak Kolaborasi Atasi Sampah dari Rumah, Jadi Sumber Ekonomi
Hingga saat ini, sebanyak 138.237 kepala keluarga (KK) telah terdata atau mencapai 29,72% dari total 465.207 KK yang menjadi sasaran.
Makassar juga masuk 10 daerah paling aktif secara nasional, yakni peringkat ketujuh dan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan dalam daftar tersebut.
Dari sisi sumber daya, Dinsos Makassar mencatat terdapat 8.732 agen, namun baru 3.467 agen yang aktif melakukan pendataan.
Baca Juga : Porseni HUT ke-81 RI, Munafri Tekankan Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan
Sebagian agen belum aktif karena masih menunggu bimbingan teknis setelah data mereka dikirim ke tingkat pusat.
Andi Bukti menyebut capaian pendataan berbeda di setiap kecamatan.
Sangkarrang menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, sekitar 50%.
Baca Juga : Porseni HUT ke-81 RI, Munafri Tekankan Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan
Disusul Ujung Tanah 40,12%, Mariso 37,40%, Bontoala 31,20%, Makassar dan Tamalate sekitar 31%.
Sementara itu, sejumlah kecamatan masih berada di bawah capaian rata-rata, antara lain Manggala 22%, Wajo 21,75%, Rappocini 23,19%, dan Ujung Pandang 25,78%.
Dinsos Makassar masih menghadapi kendala berupa koordinasi RT/RW dengan petugas pendataan atau IPSSM yang belum optimal di sejumlah wilayah.
Baca Juga : Porseni HUT ke-81 RI, Munafri Tekankan Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan
Selain itu, terdapat warga dari kelompok ekonomi menengah ke atas yang enggan mengikuti pendataan karena menganggap program tersebut hanya berkaitan dengan penerimaan bansos.
“Karena itu, kami Dinsos Makassar akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa pendataan Perlinsos Digital yang lebih akurat,” tutup Andi Bukti.

