0%
logo header
Senin, 31 Agustus 2026 19:15

BI Sulsel Proyeksikan Ekonomi 2026 Tumbuh hingga 6,2 Persen

BI Sulsel Proyeksikan Ekonomi 2026 Tumbuh hingga 6,2 Persen

Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memproyeksikan ekonomi Sulsel tumbuh di kisaran 5,4 hingga 6,2 persen di akhir tahun 2026.

BALI, KATABERITA.CO – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memproyeksikan ekonomi Sulsel tumbuh di kisaran 5,4 hingga 6,2 persen di akhir tahun 2026.

banner pdam

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda saat Media Gathering dan Pelatihan Wartawan BI Sulsel di Bali, Kamis (27/8).

iklan pemprov sulsel

“Kami masih optimistis bahwa tahun 2026 ini akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2025, di kisaran 5,4 sampai 6,2 persen,” ujar Rizki.

Baca Juga : TEI 2026, Bank Indonesia Sulawesi Selatan Dorong UMKM REWAKO Perluas Pasar Global

Proyeksi tersebut disampaikan di tengah perlambatan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2026.

Berdasarkan data BPS, lanjut Rizki, pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat 5,59 persen (yoy), turun dari 6,88 persen pada triwulan sebelumnya. Namun, secara triwulanan ekonomi Sulsel tumbuh 6,09 persen.

Rizki mengatakan perlambatan terutama dipengaruhi normalisasi konsumsi setelah tingginya aktivitas ekonomi pada triwulan I yang bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga : Jangkau Pulau 3T, BI dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sulsel 2026

Ekspor juga tertekan sekitar 5 persen, sementara konsumsi pemerintah dan impor masing-masing mengalami perlambatan.

Di tengah kondisi tersebut, investasi menjadi salah satu penopang yang menunjukkan peningkatan.

BI juga mendorong penguatan sektor pertanian dan perluasan investasi produktif untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Baca Juga : BI dan Pemprov Sulsel Komitmen Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Lewat BEKS 2026

Menurut Rizki, pengembangan pertanian perlu diarahkan pada komoditas unggulan berbasis sentra produksi dan diperkuat dengan akses pasar.

Sejumlah komoditas potensial yang dapat dikembangkan antara lain kakao, kopi, padi, jagung, perikanan, dan rumput laut.

“Fokus saja kepada satu sampai tiga komoditas berbasis sentra produksi dan akses pasar. Kemudian bangun kontrak dengan off-taker,” jelasnya.

Baca Juga : Lewat EWAKO KAPOPOSANG, BI Sulsel Hadirkan Layanan Rupiah di Pulau 3T

Selain pertumbuhan, pengendalian inflasi menjadi perhatian BI Sulsel.

Pemerintah daerah dan pelaku usaha dinilai perlu memperkuat pasokan dan distribusi, terutama untuk menjaga stabilitas harga pangan.

BI Sulsel juga melihat keberlanjutan proyek strategis pemerintah dan stimulus fiskal sebagai peluang untuk mendorong investasi.

Baca Juga : Lewat EWAKO KAPOPOSANG, BI Sulsel Hadirkan Layanan Rupiah di Pulau 3T

Namun, risiko seperti El Nino, produktivitas pertanian, kenaikan harga pupuk, dan pelemahan nilai tukar rupiah tetap perlu diantisipasi.

Dalam kesempatan yang sama, BI Sulsel memperkuat literasi ekonomi wartawan melalui pelatihan yang diikuti 53 jurnalis dari 47 media di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman wartawan terhadap isu ekonomi dan kebanksentralan sehingga informasi yang disampaikan kepada publik semakin akurat dan mudah dipahami.