0%
logo header
Kamis, 07 April 2022 16:13

Lolos Top 30 KIPP Sulsel, Balitbangda Makassar Apresiasi Inovasi MARIKI

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie || ist
Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie || ist

Balitbangda Makassar memberikan apresiasi atas capaian inovasi MARIKI atau Magang Mandiri Khusus Alumni dari Dinas Perpustakaan Makassar yang berhasil masuk Top 30 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar memberikan apresiasi kepada inovasi MARIKI atau Magang Mandiri Khusus Alumni.

banner pdam

Inovasi milik Dinas Perpustakaan Makassar itu berhasil masuk Top 30 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

Dalam perampungannya Balitbangda Makassar memberikan pendampingan khusus. Termasuk semua inovasi yang ada di pemerintah kota.

Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Inovasi OPD Dapat Bintang Tiga

Capaian itu berdasarkan surat pengesahan yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor: 060/ 3502/ B. Organisasi, 7 April 2022.

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie menyebutkan ada tiga inovasi pemerintah kota yang masuk Top 5O KIPP tahun ini.

Namun, setelah mengikuti sesi presentasi, wawancara, dan verifikasi lapangan hanya satu yang berhasil lolos sampai Top 30.

Baca Juga : BRIDA Makassar Tekankan Inovasi OPD Wajib Ada Pengembangan

“Yang masuk Top 30 itu cuma inovasi milik Dinas Perpustakaan yaitu MARIKI. Kita bersyukur karena inovasi pemerintah kota selalu menjadi yang terbaik,” kata Bukti, Kamis (7/4).

Dia juga turut hadir mendampingi dalam pengumuman yang disampaikan di Kantor Gubernur Sulsel.

“Keberhasilan ini menunjukan bahwa sinergitas antar OPD berjalan baik,” katanya.

Baca Juga : Inovasi Daerah Harus Bermanfaat untuk PAD dan Layanan Publik

Selain itu, capaian ini juga memberi gambaran bahwa peran inovasi itu sudah sangat terlihat.

“Dengan adanya inovasi seperti ini, kita harap program-program ke depan bisa berjalan dengan pengawalan pencatatan yang legal dan menjadi hak milik Pemkot Makassar,” tegas Bukti.