0%
logo header
banner dprd makassar
Jumat, 17 September 2021 23:16

Kota Makassar Zona Kuning Penyebaran Covid-19

Peta resiko penularan Covid-19 di website covid19.go.id || dok kataberita
Peta resiko penularan Covid-19 di website covid19.go.id || dok kataberita

Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dihimpun melalui website covid19.go.id, tercatat dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hanya tinggal Kabupaten Tana Toraja dan Luwu Timur yang masih berstatus zona oranye. Sedangkan, 22 kabupaten/kota lainnya berstatus zona kuning.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menekan pandemi Covid-19 melalui program ‘Makassar Recover’ membuahkan hasil.

Terbukti daerah yang dipimpin Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu berhasil menyandang status zona kuning atau resiko rendah penularan Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dihimpun melalui website covid19.go.id per 16 September, tercatat dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hanya tinggal Kabupaten Tana Toraja dan Luwu Timur yang masih berstatus zona oranye.

Baca Juga : Akses Rumah Warga di Rappocini Dibuka Usai Terisolir, Hasil Mediasi Sepakat Kumpulkan Donasi Buat Kontrakan Keluarga Ibu Santi

Sedangkan, 22 kabupaten/kota lainnya berstatus zona kuning. Termasuk Kabupaten Soppeng yang sebelumnya menjadi satu-satunya daerah yang berstatus zona merah atau memiliki resiko tinggi penularan Covid-19.

Perubahan status Kota Makassar dari zona oranye ke kuning juga didukung dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang mencapai 97%. Kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat kematian hanya 2%.

Begitu pula dengan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan maupun non rujukan Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Satu Keluarga di Rappocini Makassar Terisolir Usai Akses Jalan Terhalang Tembok Masjid dan Perumahan

Khusus ICU tanpa ventilator, dari 93 tempat tidur yang tersedia hanya 18 bed yang terpakai atau 19%. Sedangkan ICU dengan ventilator hanya terpakai 17 bed atau 15% dari 112 tempat tidur yang tersedia. Sementara, khusus untuk isolasi hanya terpakai 151 tempat tidur atau 9% dari 1.645 bed yang disediakan.