MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menekan pandemi Covid-19 melalui program ‘Makassar Recover’ membuahkan hasil.

Terbukti daerah yang dipimpin Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu berhasil menyandang status zona kuning atau resiko rendah penularan Covid-19.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dihimpun melalui website covid19.go.id per 16 September, tercatat dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hanya tinggal Kabupaten Tana Toraja dan Luwu Timur yang masih berstatus zona oranye.
Baca Juga : KPMI Sulsel: IGS 2026 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Sedangkan, 22 kabupaten/kota lainnya berstatus zona kuning. Termasuk Kabupaten Soppeng yang sebelumnya menjadi satu-satunya daerah yang berstatus zona merah atau memiliki resiko tinggi penularan Covid-19.
Perubahan status Kota Makassar dari zona oranye ke kuning juga didukung dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang mencapai 97%. Kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat kematian hanya 2%.
Begitu pula dengan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan maupun non rujukan Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Lewat IGS 2026, Kemenlu RI Perkuat Posisi Makassar sebagai Mitra Global dan Destinasi Investasi
Khusus ICU tanpa ventilator, dari 93 tempat tidur yang tersedia hanya 18 bed yang terpakai atau 19%. Sedangkan ICU dengan ventilator hanya terpakai 17 bed atau 15% dari 112 tempat tidur yang tersedia. Sementara, khusus untuk isolasi hanya terpakai 151 tempat tidur atau 9% dari 1.645 bed yang disediakan.

