MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen membangun kota yang inklusif kembali terlihat nyata.

Salah satunya dengan membuka ruang dialog bersama dengan komunitas disabilitas yang berlangsung di Balai Kota, Senin (1/12).
Dalam pertemuan keduanya, komunitas disabilitas menyampaikan sejumlah aspirasi terkait peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 serta revisi regulasi daerah.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Ikra, Field Officer Program Yayasan Satu Nama di bawah naungan Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMI) Sulawesi, mengatakan kedatangan mereka berkaitan dengan persiapan perayaan HDI 2025 yang rencananya digelar pada 14 Desember mendatang di depan Monumen Mandala.
Selain kehadiran Wali Kota, komunitas disabilitas juga mendorong adanya Deklarasi Kota Inklusi sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah dan masyarakat.
Hal ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Makassar yang menempatkan inklusivitas sebagai salah satu pilar pembangunan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
“Kami berharap bapak wali kota hadir sebagai keynote speaker kegiatan, dan juga kami ingin ada deklarasi terkait Kota Inklusi di Kota Makassar,” jelas Ikra.
Ikra menambahkan, salah satu agenda penting yang turut dibahas adalah kebutuhan mendesak untuk merevisi Perda Disabilitas Kota Makassar Nomor 6 Tahun 2013.
Peraturan tersebut dianggap tidak lagi relevan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan RKPD 2027, Fokus Layanan Dasar Masyarakat
“Kemarin kami juga sudah bertemu dengan Ketua DPRD, dan beliau sangat mendukung adanya revisi Perda,” tegasnya.
Perayaan HDI 2025 akan melibatkan seluruh kelompok disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, netra, tunarungu, intelektual, hingga tunawicara.
Kegiatan yang disiapkan meliputi deklarasi, pentas seni, pasar murah, serta pameran UMKM penyandang disabilitas yang menampilkan produk kreatif seperti batik cifur, tas handmade, kain perca, hingga produk daur ulang.
Baca Juga : Urai Kemacetan, Munafri Dorong Transportasi Massal Terintegrasi di Makassar
Ikra berharap kehadiran Wali Kota tidak hanya menjadi bentuk dukungan simbolik, tetapi juga mampu mendorong perubahan stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Yayasan Satu Nama bersama YASMI Sulawesi selama ini aktif mendampingi komunitas disabilitas di Makassar, memastikan kebutuhan dan suara mereka masuk dalam perencanaan pembangunan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas disabilitas yang terus mendorong terciptanya kota ramah dan setara.
Baca Juga : Urai Kemacetan, Munafri Dorong Transportasi Massal Terintegrasi di Makassar
“Kota inklusif bukan slogan, tetapi prinsip pembangunan yang harus diwujudkan. Pemkot Makassar berkomitmen memberi ruang, akses, dan kesempatan yang sama bagi semua,” kata Munafri.
Ia juga menyatakan kesiapan Pemkot Makassar untuk berkolaborasi dalam agenda HDI 2025 serta proses revisi Perda Disabilitas bersama DPRD.
“Pemkot terbuka untuk bekerja sama, termasuk dalam pembahasan Perda agar lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas,” ujarnya.

